Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN ANIMASI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN SASTRA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI PADA SISWA SMP Dinda Amara Putri; Desty Endrawati Subroto; Selly Opriyana; Santia Nengsih
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.11029

Abstract

This study was designed to examine how digital animation functions as a medium in folktale learning, while also portraying the extent to which the literary literacy of সপ্তম-grade students develops after the media is implemented in the teaching and learning process. Methodologically, this research was grounded in a qualitative descriptive approach using a classroom-based case study design. Data were collected through a series of instruments, including observations conducted at the beginning and end of the learning process, documentation of students’ work, and field notes that recorded changes in behavior as well as literacy capacity throughout the learning activities. The findings indicate improvements in several dimensions of literary literacy. These improvements include increased learning interest, greater student confidence in participating in discussions, enhanced ability to understand and reproduce storylines both orally and in writing, more accurate identification of intrinsic elements of literary works, and stronger interpretation and appreciation of the moral messages contained in folktales. Furthermore, the presence of digital animation appeared to encourage students to express opinions with more structured reasoning, which in turn contributed to the strengthening of their critical thinking skills. Equally significant was the students’ affective response toward animation-based learning, which consistently showed positive tendencies, marked by increased enthusiasm and active participation during the learning sessions. Based on these overall findings, it can be concluded that digital animation media has strong potential to be developed as an effective alternative learning medium to support the improvement of students’ literary literacy at the junior high school level. ABSTRAK Studi ini dirancang untuk menelaah bagaimana animasi digital difungsikan sebagai media dalam pembelajaran dongeng, sekaligus memotret sejauh mana literasi sastra siswa kelas VII berkembang setelah media tersebut diterapkan dalam proses belajar mengajar. Secara metodologis, penelitian ini berpijak pada pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus berbasis kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui serangkaian instrumen, yakni observasi pada tahap awal dan akhir pembelajaran, dokumentasi hasil kerja siswa, serta catatan lapangan yang merekam perubahan perilaku maupun kapasitas literasi sepanjang berlangsungnya proses pembelajaran. Temuan yang diperoleh mengindikasikan adanya kemajuan pada sejumlah dimensi literasi sastra. Peningkatan tersebut mencakup tumbuhnya minat belajar, meningkatnya keberanian siswa dalam berdiskusi, berkembangnya kemampuan memahami dan mereproduksi alur cerita secara lisan maupun tulisan, semakin tepatnya identifikasi unsur intrinsik karya sastra, serta meningkatnya daya interpretasi dan apresiasi siswa terhadap pesan moral yang terkandung dalam dongeng. Lebih dari itu, kehadiran animasi digital tampaknya turut mendorong siswa untuk menyampaikan pendapat dengan penalaran yang lebih terstruktur, yang pada gilirannya berkontribusi pada penguatan kemampuan berpikir kritis mereka. Hal yang tak kalah signifikan adalah respons afektif siswa terhadap pembelajaran berbasis animasi yang secara konsisten menunjukkan tendensi positif ditandai dengan meningkatnya antusiasme dan keterlibatan aktif selama sesi pembelajaran berlangsung. Berdasarkan keseluruhan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa media animasi digital berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai alternatif media pembelajaran yang efektif dalam menunjang peningkatan literasi sastra siswa di jenjang SMP.