Vallerian Antaresa
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Big Data dalam Penanggulangan Krisis dan Bencana di Indonesia: Perspektif Kebijakan Publik dan Nilai Kebangsaan Vallerian Antaresa; Bima Wicaksana Dwi Prayoga; Salman Alfarizie; Fatkhuri; Reja Dalimunthe
Jurnal Paris Langkis Vol 7 No 1 (2026): Edisi Agustus 2026
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v7i1.25847

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi sehingga membutuhkan sistem penanggulangan krisis yang cepat, tepat, dan berbasis data. Tujuan: penelitian ini menganalisis peran big data dalam meningkatkan efektivitas kebijakan mitigasi dan respons krisis di Indonesia serta kontribusinya terhadap penguatan civic responsibility dan nilai-nilai Pancasila. Metodologi: penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen yang bersumber dari jurnal ilmiah, laporan resmi, dan regulasi pemerintah. Hasil: menunjukkan bahwa big data mampu meningkatkan akurasi identifikasi risiko, mempercepat respons pemerintah, dan mendukung penerapan Data-Driven Decision Making dalam kebijakan publik, meskipun masih menghadapi kendala integrasi data dan koordinasi antarinstansi. Selain itu, pemanfaatan big data berkontribusi pada peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam tata kelola kebencanaan. Kebaruan penelitian: terletak pada analisis integratif mengenai hubungan antara big data, tata kelola kolaboratif, civic responsibility, dan nilai-nilai Pancasila dalam mendukung kebijakan penanggulangan krisis dan bencana di Indonesia.
ARTIST IMAGE AS A POLITICAL TOOL IN THE PAN ELECTORAL STRATEGY FOR THE 2024 ELECTIONS: A CASE STUDY OF UYA KUYA Vallerian Antaresa; Ahmad Zaidan Zidna Fann; Alexza Courientdya Nugroho Putrie; Chayara Alima; David Jonathan; Gabriella Priscilla Napitupulu; Khanza Azzahwa; Muhammad Putra Tyanto; Abdul Ghofur
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1486

Abstract

This study aims to analyze how Uya Kuya’s personal branding strategy was integrated into the National Mandate Party’s (PAN) political marketing strategy during the 2024 election campaign and to explain the impact of utilizing public figures on PAN’s vote share. This study employs Brian McNair’s (2011) Political Communication Theory and Cross, Katz, and Pruysers’ (2018) Political Personalization Theory. The methodology used is descriptive qualitative research with a postpositivist approach. Data were obtained through a documentary study of online news, official party documents, social media content, General Election Commission (KPU) data, and prior research. The results indicate that PAN integrated Uya Kuya’s popularity, digital follower base, and advocacy track record into its political marketing strategy through sonic branding, audiovisual campaigns, social media, and face-to-face campaigns. This strategy successfully converted the celebrity’s symbolic capital into significant electoral support, as evidenced by Uya Kuya’s 81,463 votes in the DKI Jakarta II electoral district and his contribution to the increase in PAN’s national vote share from 6.84 percent in the 2019 election to 7.23 percent in the 2024 election. This study concludes that the image of an artist functions as an effective political instrument in boosting a party’s electability through political personalization and integrated political communication.