Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Manajemen Event pada Gebyar Desa Wisata Bantul 2026 Prastiwi Damaryanti; Windy Wulandari; Nining Yuniati
Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/motekar.v4i1.8412

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan manajemen event dalam kegiatan Gebyar Desa Wisata Bantul 2026 sebagai salah satu upaya pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penerapan fungsi-fungsi manajemen event, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta evaluasi dalam penyelenggaraan acara tersebut. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses pelaksanaan event. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif studi kasus deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap panitia penyelenggara, pemerintah desa, pelaku wisata, serta pengunjung acara. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan Gebyar Desa Wisata Bantul 2026 belum sepenuhnya menerapkan fungsi manajemen event secara optimal. Tahap perencanaan dan pengorganisasian telah dilakukan, namun masih terdapat keterbatasan pada kapasitas lokasi, sarana prasarana, dan jumlah stand pameran. Pada tahap pelaksanaan, event berhasil menggabungkan unsur edukasi, promosi, dan budaya, tetapi durasi kegiatan yang singkat membatasi interaksi peserta. Selain itu, tahap evaluasi belum dilakukan secara terstruktur. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya tantangan berupa keterbatasan anggaran, minimnya fasilitas, dan rendahnya partisipasi sebagian desa wisata. Secara umum, event ini berhasil mendukung partisipasi komunitas dan promosi desa wisata, tetapi belum optimal dari aspek profesionalisme teknis manajemen event.
Implementasi Etika Pemangku Kepentingan Dalam Pengelolaan Kawasan Pantai Parangtritis Prastiwi Damaryanti; Primantoro Nur Vitrianto
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8096

Abstract

Kawasan Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan destinasi wisata pantai yang sangat populer dan menjadi pusat aktivitas ekonomi serta sosial yang padat. Namun, pengelolaannya menghadapi berbagai tantangan signifikan dan isu strategis yang kompleks seperti keselamatan wisatawan, pelestarian lingkungan hidup, dan transparansi informasi kepada wisatawan. Isu-isu strategis ini menuntut adanya penerapan standar etis dalam tata kelola pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi etika pemangku kepentingan dalam pengelolaan kawasan tersebut, dengan menggunakan Pasal 6 Kode Etik Pariwisata Dunia (Global Code of Ethics for Tourism) sebagai kerangka acuan utama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan utama, meliputi unsur Pemerintah Daerah, Kepolisian, Kalurahan Parangtritis, Perusahaan Asuransi, Tim SAR Parangtritis, Pelaku Usaha, dan Wisatawan, didukung observasi lapangan dan analisis dokumen. Kondisi ini menjadikan Pantai Parangtritis sebagai studi kasus yang ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar praktik pengelolaan di Kawasan Pantai Parangtritis telah sejalan dengan Pasal 6 Kode Etik Pariwisata Dunia (Global Code of Ethics for Tourism). Upaya positif diwujudkan dengan kegiatan patroli rutin Tim SAR, penyediaan asuransi, pemasangan papan informasi, pemberdayaan masyarakat lokal pada kegiatan pemungutan retribusi, kegiatan penertiban demi mengurangi kekumuhan, serta kepatuhan wisatawan dalam mendukung pencapaian tujuan pasal tersebut. Namun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi adanya kesenjangan signifikan dalam penerapan etika. Hasil penelitian ini merekomendasikan kebijakan aplikatif bagi Pemerintah Kabupaten Bantul untuk mewujudkan pengelolaan pariwisata di Kawasan Pantai Parangtritis yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan, dengan fokus pada penguatan sistem informasi hibrida (digital dan fisik real-time) dan peningkatan mekanisme pengawasan yang konsisten.