Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Si Dua Jambar dan Paradoks Multikulturalisme: Pengakuan Historis dan Eksklusi Gender dalam Masyarakat Batak Carolin Sani M. Simarmata; Jack Totty Sanjaya Manik; Raisah Melati Putri; Steffanie Sihombing; Steven Paulus Tampubolon; Bisru Hafi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.653

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi konsep Si Dua Jambar melalui figur Namboru Nantinjo dalam masyarakat Batak Toba serta transformasi maknanya dalam konteks modernitas. Secara historis, sosok Nantinjo merupakan bukti pengakuan budaya Batak terhadap variasi gender yang melampaui dikotomi laki-laki dan perempuan. Namun, seiring perkembangan zaman, identitas tersebut mengalami stigmatisasi dan dianggap tabu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan wawancara mendalam dengan dua orang informan untuk memahami proses pergeseran pemaknaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya paradoks multikulturalisme: masyarakat tetap menghormati tokoh leluhur secara ritual, namun menolak realitas identitas gender yang diwakilinya dalam kehidupan sosial. Pergeseran dari inklusivitas menuju eksklusi ini dipengaruhi oleh dominasi doktrin agama, penguatan norma sosial heteronormatif, dan arus globalisasi yang menyempitkan pandangan terhadap keberagaman gender. Fenomena ini mengindikasikan adanya amnesia historis terhadap nilai-nilai inklusif yang sebenarnya telah mengakar dalam struktur budaya Batak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengakuan historis terhadap figur seperti Nantinjo belum menjamin keadilan gender di masa kini, melainkan justru melahirkan eksklusi yang kontradiktif dalam bingkai multikulturalisme.