Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membangun Harmoni Sosial: Peran Toleransi dalam Kehidupan Nasional Evelyn Christy Sidabalok; Adiba Deeandra; Aisyah Simanullang; Nabira Arafah; Wahyu Arif Syahputra; Bisru Hafi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.750

Abstract

Indonesia adalah negara dengan tingkat keragaman yang tinggi dalam hal etnis, agama, ras, dan budaya, yang berpotensi menimbulkan konflik jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, toleransi menjadi nilai penting dalam menjaga keharmonisan sosial di dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran toleransi dalam membangun keharmonisan sosial di tengah keragaman masyarakat Indonesia dan untuk memahami pentingnya penerapan sikap toleran dalam kehidupan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, di mana data diperoleh dari berbagai sumber sekunder seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi. Data dianalisis menggunakan analisis kualitatif deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi bukan hanya sikap menghormati perbedaan tetapi juga berfungsi sebagai perekat sosial dalam menjaga stabilitas dan integrasi nasional. Namun, beberapa tantangan masih ada, seperti stereotip negatif, kurangnya pemahaman tentang keragaman, dan penyebaran ujaran kebencian di media sosial. Oleh karena itu, upaya seperti penguatan pendidikan karakter, peningkatan literasi digital, dan promosi dialog lintas budaya sangat diperlukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa toleransi merupakan faktor kunci dalam mewujudkan masyarakat yang damai, inklusif, dan adil.
Krisis Kepercayaan Publik terhadap Negara: Implikasinya terhadap Pola Relasi Negara dan Warga di Era Digital Adiba Deeandra; Evelyn Christy Sidabalok; Aisyah Simanullang; Nabira Arafah; Wahyu Arif Syahputra; Bisru Hafi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.751

Abstract

Studi ini bertujuan untuk meneliti krisis kepercayaan publik terhadap negara dan era digitalnya, serta implikasi hubungan sosial terhadap pola hubungan antara negara dan warga negara di era digital. Fenomena ini penting karena perkembangan teknologi informasi tidak hanya memperluas akses informasi tetapi juga mempercepat penyebaran opini, kritik, dan ketidakpercayaan terhadap lembaga negara. Dalam konteks ini, hubungan antara negara dan warga negara telah bergeser menjadi lebih terbuka dan interaktif, namun juga lebih rentan terhadap konflik. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka, yang mengacu pada berbagai sumber sekunder seperti buku akademik, jurnal ilmiah, artikel ilmiah, dan laporan dari lembaga yang kredibel. Data dianalisis menggunakan analisis kualitatif deskriptif untuk memahami dinamika sosial dan perubahan pola hubungan antara negara dan masyarakat di ruang digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis kepercayaan publik dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci, termasuk transparansi yang rendah, inkonsistensi kebijakan, dan penyebaran informasi yang salah secara luas di media digital. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya skeptisisme publik, menurunnya legitimasi negara, dan meningkatnya partisipasi warga dalam bentuk kritik dan kontrol sosial melalui platform digital. Di sisi lain, era digital juga memberikan peluang bagi negara untuk membangun kembali kepercayaan melalui komunikasi yang lebih terbuka, responsif, dan partisipatif. Studi ini menyimpulkan bahwa krisis kepercayaan publik di era digital bukan hanya tantangan tetapi juga peluang untuk membangun hubungan yang lebih demokratis antara negara dan warga negara. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan manajemen komunikasi publik yang adaptif sejalan dengan perkembangan teknologi.