Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Bauran Pemasaran Jasa Pendidikan di MTs Daarul Ikhlaash Sangatta Selatan Selvi Dewi Rahayu; Moh Ibnu Faruk Fauzi; Eka Widyanti
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan bauran pemasaran jasa pendidikan (7P) serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di MTs Daarul Ikhlaash Sangatta Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan utama meliputi kepala madrasah, wakil kepala madrasah, kepala tata usaha, serta wali murid. Analisis data dilakukan secara interaktif menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bauran pemasaran jasa pendidikan di MTs Daarul Ikhlaash Sangatta Selatan telah dilaksanakan namun belum optimal. Unsur product, price, place, people, dan process telah berjalan cukup baik, terutama karena integrasi pendidikan formal dengan sistem boarding school berbasis pesantren serta kebijakan biaya yang fleksibel dan terjangkau. Namun, unsur promotion masih terbatas dan unsur physical evidence menjadi kendala utama akibat keterbatasan sarana dan prasarana. Faktor pendukung meliputi nilai-nilai keislaman yang kuat, sistem boarding school, serta dukungan dari guru, yayasan, dan masyarakat. Sementara faktor penghambat utama adalah keterbatasan dana operasional, persaingan dengan lembaga pendidikan lain, serta keterbatasan pengembangan fasilitas dan promosi. Penerapan strategi pemasaran ini berdampak pada peningkatan citra positif lembaga, meskipun masih diperlukan penguatan strategi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan daya saing madrasah.
Internalizing Islamic Ecotheology through School Culture in Shaping Environmental Care Character Moh Ibnu Faruk Fauzi
International Journal of Educational Evaluation and Policy Analysis Vol. 3 No. 4 (2026): October: International Journal of Educational Evaluation and Policy Analysis
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijeepa.v3i4.550

Abstract

The global environmental crisis, from climate change to waste accumulation, demands education that not only teaches ecological ethics but also instills them as learners' character. Islamic ecotheology offers a value foundation for this purpose, but its study in schools, madrasahs, and pesantren (Islamic boarding schools) remains scattered across single case studies and has not yet explained in an integrated way how school culture serves as a medium of its internalization. This study aims to formulate a conceptual model of internalizing Islamic ecotheology through school culture in shaping environmental care character. It uses a qualitative approach with a library research method following the steps of a systematic literature review. A total of 25 journal and proceedings articles published in 2014–2025 were analyzed thematically with source triangulation. The results show three recurring Islamic ecotheology principles, namely tauhid (unity of nature), khalifah (responsibility), and mizan (balance). These principles are internalized through three layers of school culture, namely cultural values, cultural artifacts, and cultural practices, with role modeling as the link and a three-stage process of value transformation, transaction, and transinternalization. The model is aligned with the SDGs 12, 13, and 15 agenda and with the Adiwiyata program and eco-pesantren. Teacher readiness, school policy, teaching materials, and partnerships determine its sustainability. This article contributes to the study of Islamic education and environmental education through a framework that links the theological foundation, school culture, and indicators of environmental care character behavior.