Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pengembangan Kurikulum Terhadap Isu Global Dan Tantangan Umat Masrur Salamuddin; Buhori Muslim; Azhar M. Nur; Habiburrahman; Helmi
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 13 No. 01 (2026): Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/ikhtibar.v13i01.13138

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI) Samalanga dalam merespons isu global dan tantangan keumatan, serta mengkaji implementasi Permendikti Saintek No. 39 Tahun 2025 sebagai kerangka regulatif. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum dilakukan melalui model integratif-transformatif yang memadukan nilai Islam dengan isu digitalisasi, ekologi, pluralisme, dan etika teknologi. Penyusunan capaian pembelajaran didasarkan pada prinsip constructive alignment untuk membentuk kompetensi spiritual, intelektual, literasi global, serta kepekaan sosial-humanistik. Implementasi Permendikti No. 39/2025 mendorong redesign kurikulum berbasis OBE, penguatan riset, pembelajaran interdisipliner, dan literasi digital. Secara keseluruhan, kurikulum PAI UNISAI bergerak menuju model pendidikan Islam abad ke-21 yang adaptif, berakar pada turats, namun progresif menghadapi dinamika global.
Dampak Kebijakan Politik Otoritas Khusus Aceh Terhadap Pendidikan Islam Dan Transformasi PTKIN Masrur Salamuddin; Fuadi Mardatillah; Helmi
Scientific Journal for Nation Building Vol. 2 No. 1 (2026): Scientific Journal for Nation Building
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66155/9j096413

Abstract

Kebijakan otonomi khusus Aceh melalui UUPA No. 11 Tahun 2006 memberikan dampak signifikan terhadap arah pendidikan Islam, terutama pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seperti UIN Ar-Raniry dan UIN Sultanah Nahrasiyah. Melalui kewenangan luas dalam penyelenggaraan pendidikan berbasis syariat, Pemerintah Aceh mampu membentuk model pendidikan Islam yang terintegrasi dengan nilai keacehan, adat, dan tradisi ulama. Penelitian kepustakaan ini menganalisis hubungan antara kebijakan politik Aceh dengan transformasi kelembagaan PTKIN. Hasil kajian menunjukkan bahwa UUPA dan berbagai qanun pendidikan memperkuat kurikulum berbasis syariat, menghidupkan kembali sistem dayah melalui regulasi khusus, serta memperluas ruang kerja sama antara pemerintah daerah dan PTKIN. UIN Ar-Raniry berperan sebagai pusat studi Islam Aceh, penghasil riset kebijakan, dan mitra strategis Pemerintah Aceh dalam legislasi syariat. Sementara itu, UIN Sultanah Nahrasiyah memperkuat pendidikan Islam berbasis industri dan maritim. Kebijakan otonomi khusus juga memperluas akses beasiswa, riset kolaboratif, serta pembinaan ulama dan guru agama. Kajian ini menyimpulkan bahwa otonomi khusus tidak hanya memperkuat identitas keislaman Aceh, tetapi juga mendorong transformasi PTKIN menuju pusat keilmuan Islam yang relevan, modern, dan berkarakter lokal.
Struktur Ilmu Menurut Islam: Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi Masrur Salamuddin; Syamsul Rijal; Firdaus M. Yunus
Jurnal Seumubeuet Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Seumubeuet
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/jsmbt.v4i2.310

Abstract

The development of modern science has significantly advanced human civilization, yet it has also triggered an epistemological and spiritual crisis rooted in secularism, which separates revelation from reason. Ismail Raji al-Faruqi, a prominent contemporary Muslim thinker, identified this crisis as the loss of the tawhidic foundation within the structure of knowledge. This article aims to explore al-Faruqi’s conception of the Islamic structure of knowledge and its contribution to formulating a tawhid-based scientific paradigm. The study employs a qualitative-descriptive method using a library research approach, analyzing al-Faruqi’s primary works and secondary literature on modern Islamic epistemology. Data are examined through content analysis and a historical-philosophical approach to contextualize the emergence of the Islamization of knowledge and its underlying tawhidic principles. The findings reveal that al-Faruqi perceives Western modern science as suffering from a value crisis caused by the separation of revelation and reason, resulting in the exclusion of divine guidance from knowledge production. He proposes an alternative paradigm through the concept of Islamization of Knowledge, emphasizing tawhid as the ontological, epistemological, and axiological foundation of science. Within this unified structure, no dichotomy exists between religious and worldly sciences; both are integral to understanding divine will. The study concludes that al-Faruqi’s thought offers a significant contribution to the reconstruction of Islamic epistemology that integrates revelation, reason, and experience. The Islamic structure of knowledge formulated by al-Faruqi provides a conceptual basis for developing an ethical, just, and spiritually grounded Islamic civilization.