Kebijakan otonomi khusus Aceh melalui UUPA No. 11 Tahun 2006 memberikan dampak signifikan terhadap arah pendidikan Islam, terutama pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seperti UIN Ar-Raniry dan UIN Sultanah Nahrasiyah. Melalui kewenangan luas dalam penyelenggaraan pendidikan berbasis syariat, Pemerintah Aceh mampu membentuk model pendidikan Islam yang terintegrasi dengan nilai keacehan, adat, dan tradisi ulama. Penelitian kepustakaan ini menganalisis hubungan antara kebijakan politik Aceh dengan transformasi kelembagaan PTKIN. Hasil kajian menunjukkan bahwa UUPA dan berbagai qanun pendidikan memperkuat kurikulum berbasis syariat, menghidupkan kembali sistem dayah melalui regulasi khusus, serta memperluas ruang kerja sama antara pemerintah daerah dan PTKIN. UIN Ar-Raniry berperan sebagai pusat studi Islam Aceh, penghasil riset kebijakan, dan mitra strategis Pemerintah Aceh dalam legislasi syariat. Sementara itu, UIN Sultanah Nahrasiyah memperkuat pendidikan Islam berbasis industri dan maritim. Kebijakan otonomi khusus juga memperluas akses beasiswa, riset kolaboratif, serta pembinaan ulama dan guru agama. Kajian ini menyimpulkan bahwa otonomi khusus tidak hanya memperkuat identitas keislaman Aceh, tetapi juga mendorong transformasi PTKIN menuju pusat keilmuan Islam yang relevan, modern, dan berkarakter lokal.
Copyrights © 2026