Hanafiah Hanafiah
Universitas Islam Nusantara, Bandung

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EPISTEMOLOGI PESANTREN: STUDI INTERPRETATIF TERHADAP MAKNA KITAB KUNING BAGI GURU DAN SANTRI Imamuddin Yusup; Hanafiah Hanafiah; Faiz Karim Fatkhullah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2673

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren) represent the oldest form of Islamic educational institutions in Indonesia and possess a distinctive epistemological system, which is particularly reflected in the tradition of kitab kuning (classical Islamic texts) learning. The kitab kuning function not only as primary sources of classical Islamic scholarship but also as media for the transmission of values, scholarly authority, and the formation of students’ character. This study aims to examine the epistemology of pesantren through an interpretative approach to the meaning of kitab kuning as perceived by teachers (kiai/ustaz) and students. Employing a qualitative research design with an interpretative–phenomenological method, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis within the pesantren environment. The findings reveal that kitab kuning are understood as (1) sources of scholarly legitimacy and religious authority, (2) media for the internalization of Ahl al-Sunnah wa al-Jama‘ah (Aswaja) values, and (3) instruments for the formation of students’ intellectual and moral habitus. The epistemology of pesantren, as grounded in the kitab kuning tradition, emphasizes the integration of knowledge, ethics, and spirituality, thereby offering a holistic model of Islamic education that remains relevant amid the challenges of modernity. ABSTRAKPesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki sistem epistemologi khas, terutama tercermin dalam tradisi pembelajaran kitab kuning. Kitab kuning tidak hanya berfungsi sebagai sumber rujukan keilmuan keislaman klasik, tetapi juga menjadi medium transmisi nilai, otoritas keilmuan, dan pembentukan karakter santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji epistemologi pesantren melalui pendekatan interpretatif terhadap makna kitab kuning bagi guru (kiai/ustaz) dan santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode interpretatif-fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi di lingkungan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab kuning dimaknai sebagai (1) sumber legitimasi keilmuan dan otoritas religius, (2) media internalisasi nilai Aswaja, dan (3) sarana pembentukan habitus intelektual dan moral santri. Epistemologi pesantren yang berbasis kitab kuning menekankan integrasi antara pengetahuan, etika, dan spiritualitas, sehingga relevan sebagai model pendidikan Islam yang holistik di tengah tantangan modernitas.
ANALISIS HAMBATAN IMPLEMENTASI METODE UMMI DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI RUMAH QUR’AN RIYADHUL MUTTAQIN CIKARANG UTARA Jaenal Mutaqin; Hanafiah Hanafiah; Faiz Karim Fatkhullah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2671

Abstract

Quranic education through the Ummi Method is a quality-based system that integrates the 10 Pillars of the Quality System to achieve the ability to read the Quran with proper recitation (tartil) and fluency. This study aims to analyze the barriers to implementing the Ummi Method at the Riyadhul Muttaqin Quran House in North Cikarang and to identify strategies for optimizing learning. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews with administrators, teachers, students, and parents, as well as document analysis, and were subsequently analyzed using the interactive model by Miles, Huberman, and Saldana. The results indicate that the primary barriers lie in the duration of learning sessions, an unbalanced teacher-to-student ratio, suboptimal coordinator supervision, inconsistent application of mastery learning, irregular external quality control, and a manual student progress reporting system. External factors, such as insufficient independent practice at home and gadget usage, also impact learning effectiveness. This study concludes that optimizing the implementation of the Ummi Method requires systemic strengthening of the 10 Pillars of the Quality System through improved supervision, correction of the teacher-student ratio, digitization of reporting, and strengthening the role of parents in supporting Quranic learning at home. ABSTRAKPembelajaran Al-Qur’an melalui Metode Ummi merupakan sistem berbasis mutu yang mengintegrasikan 10 Pilar Sistem Mutu untuk mencapai kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil dan fasih. Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan implementasi Metode Ummi di Rumah Qur’an Riyadhul Muttaqin Cikarang Utara serta mengidentifikasi strategi optimalisasi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengelola, guru, santri, dan wali santri, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama terdapat pada aspek waktu pembelajaran, rasio guru dan santri yang belum ideal, supervisi koordinator yang belum optimal, inkonsistensi penerapan mastery learning, kontrol mutu eksternal yang belum rutin, serta sistem pelaporan perkembangan santri yang masih manual. Faktor eksternal berupa rendahnya latihan mandiri di rumah dan penggunaan gadget turut memengaruhi efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi implementasi Metode Ummi memerlukan penguatan sistemik terhadap 10 Pilar Sistem Mutu melalui peningkatan supervisi, perbaikan rasio guru-santri, digitalisasi pelaporan, dan penguatan peran orang tua dalam pendampingan belajar Al-Qur’an di rumah.
EFIKASI DOSEN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI UNIVERSITAS ISLAM KH. RUHIAT CIPASUNG TASIKMALAYA Lelah Nurjamilah; Hanafiah Hanafiah; Faiz Karim Fatkhullah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2672

Abstract

Faculty efficacy is one of the key factors influencing the quality of learning in higher education, particularly in the Islamic Religious Education (IRE) program, which requires the integration of academic and pedagogical competencies with Islamic values. This study aims to analyze faculty efficacy in improving the quality of learning in the Islamic Religious Education program at KH. Ruhiat Cipasung Islamic University in Tasikmalaya. The study employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis involving 5 tenured faculty members, 1 Program Chair, and 10 students. Data analysis was conducted using the interactive model by Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that lecturers possess a high level of efficacy in mastering course content, applying teaching strategies, managing the classroom, conducting assessments, and utilizing instructional media. Lecturers’ efficacy is supported by teaching experience as well as institutional support through training and academic supervision. The research findings indicate that lecturers’ efficacy contributes to the creation of learning that is more effective, participatory, and meaningful for students. Therefore, strengthening lecturers’ efficacy needs to be an important part of efforts to improve the quality of learning at Islamic higher education institutions. ABSTRAKEfikasi dosen merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kualitas pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menuntut integrasi antara kompetensi akademik, pedagogik, dan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efikasi dosen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap 5 dosen tetap, 1 Ketua Program Studi, dan 10 mahasiswa. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen memiliki tingkat efikasi yang tinggi dalam penguasaan materi, penerapan strategi pembelajaran, pengelolaan kelas, pelaksanaan evaluasi, dan pemanfaatan media pembelajaran. Efikasi dosen didukung oleh pengalaman mengajar serta dukungan institusional melalui pelatihan dan supervisi akademik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa efikasi dosen berkontribusi terhadap terciptanya pembelajaran yang lebih efektif, partisipatif, dan bermakna bagi mahasiswa. Oleh karena itu, penguatan efikasi dosen perlu menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran di perguruan tinggi Islam.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL BERBASIS NILAI ASWAJA DI PESANTREN: STUDI FENOMENOLOGI TENTANG SANTRI LINTAS DAERAH Abdah Muhammad Hasan; Hanafiah Hanafiah; Faiz Karim Fatkhullah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2667

Abstract

The diversity of the students’ cultural backgrounds at Islamic boarding schools presents both a challenge and an opportunity for strengthening character education and tolerance. This study aims to describe multicultural learning practices, analyze the integration of Aswaja Annahdiyah values, and examine their impact on the character development and social competencies of students at Pesantren Annur, Garut Regency. The study employs a qualitative phenomenological approach, involving 28 students from various regions through in-depth interviews, participant observation, and documentation. The results indicate that cross-cultural interactions in dormitory activities, halaqah sessions, and collective activities foster tolerant attitudes, intercultural communication skills, and the ability to collaborate. The Aswaja Annahdiyah values—tasamuh (tolerance), tawazun (balance), and ta’awun (cooperation)—are integrated into the students’ daily lives and serve as the foundation for building an inclusive character. This study concludes that Pesantren Annur has developed an effective experience-based multicultural education model that strengthens students’ social competencies and character, while also demonstrating the synergy between multicultural education and the Aswaja Annahdiyah values within the pesantren context. ABSTRAKKeberagaman latar belakang budaya santri di pesantren menjadi tantangan sekaligus peluang dalam penguatan pendidikan karakter dan toleransi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik pembelajaran multikultural, menganalisis integrasi nilai Aswaja Annahdiyah, serta mengkaji dampaknya terhadap pengembangan karakter dan kompetensi sosial santri di Pesantren Annur, Kabupaten Garut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan melibatkan 28 santri dari berbagai daerah melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi lintas budaya dalam kegiatan asrama, halaqah, dan aktivitas kolektif mampu menumbuhkan sikap toleran, keterampilan komunikasi antarbudaya, serta kemampuan bekerja sama. Nilai Aswaja Annahdiyah, yaitu tasamuh, tawazun, dan ta’awun, terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari santri dan menjadi landasan pembentukan karakter inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pesantren Annur mengembangkan model pendidikan multikultural berbasis pengalaman yang efektif dalam memperkuat kompetensi sosial dan karakter santri, sekaligus menunjukkan sinergi antara pendidikan multikultural dan nilai Aswaja Annahdiyah dalam konteks pesantren.
PENGARUH MANAJEMEN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP AKHLAQ SISWA Muh Irfan Ali; Hanafiah Hanafiah; Faiz Karim Fatkhullah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2674

Abstract

Islamic Religious Education (IRE) plays a strategic role in shaping students’ character, particularly in boarding schools that integrate classroom learning with guidance in the dormitories. This study aims to analyze the management of Islamic Religious Education, including planning, implementation, and assessment, as well as its impact on the development of students’ character at SMP Terpadu Baiturrahman and SMP YPI Boarding School in Bandung Regency. The study employs a qualitative approach using a multi-site case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving school principals, PAI teachers, dormitory supervisors, and students, and were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing with triangulation to ensure data validity. The results of the study indicate that PAI management is implemented systematically through the strengthening of the religious curriculum, the cultivation of religious practices, the enforcement of rules and regulations, and continuous character development. It is concluded that planned and consistent PAI management contributes positively to the formation of students’ moral character, as reflected in discipline, responsibility, politeness, and adherence to Islamic values. ABSTRAKPendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk akhlak siswa, terutama pada sekolah berbasis boarding school yang mengintegrasikan pembelajaran di sekolah dan pembinaan di asrama. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen Pendidikan Agama Islam yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian serta pengaruhnya terhadap pembentukan akhlak siswa di SMP Terpadu Baiturrahman dan SMP YPI Boarding School Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus multisitus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru PAI, pembina asrama, dan siswa, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen PAI dilaksanakan secara sistematis melalui penguatan kurikulum keagamaan, pembiasaan ibadah, penerapan tata tertib, dan pembinaan karakter secara berkelanjutan. Disimpulkan bahwa manajemen PAI yang terencana dan konsisten berkontribusi positif terhadap pembentukan akhlak siswa, yang tercermin dalam kedisiplinan, tanggung jawab, kesopanan, dan kepatuhan terhadap nilai-nilai Islam.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK SISWA DI SEKOLAH DASAR NEGERI (Studi kasus di SDN Karang Asih 08 Cikarang Utara Kabupaten Bekasi) Rahmat Azid Muslim; Hanafiah Hanafiah; Faiz Karim Fatkhullah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2675

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) plays a crucial role in shaping students’ moral character at the elementary school level as the initial phase of character development; however, its implementation in public elementary schools still faces challenges in consistently integrating moral values into the learning process. This study aims to describe the implementation of PAI instruction, analyze the outcomes of its implementation, and identify the supporting and inhibiting factors in the development of students’ moral character at SDN Karang Asih 08 Cikarang Utara, Bekasi Regency. The study employs a qualitative approach using the case study method. Data were collected through non-participatory observation, structured interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and verification. The results indicate that PAI instruction has been conducted in accordance with the curriculum and lesson plans, utilizing various teaching methods. This implementation has positively contributed to students’ religiosity and compliance with school rules, although the internalization of moral values has not yet been fully and consistently reflected in their daily behavior. This study concludes that PAI instruction plays a crucial role in shaping students’ moral character; however, it requires strengthening the integration of moral values as well as sustained synergy among schools, families, and the community. ABSTRAKPendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk akhlak siswa pada jenjang sekolah dasar sebagai fase awal pembentukan karakter, namun implementasinya di sekolah dasar negeri masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilai akhlak secara konsisten dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran PAI, menganalisis hasil implementasinya, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pembentukan akhlak siswa di SDN Karang Asih 08 Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI telah dilaksanakan sesuai kurikulum dan perencanaan pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai metode pembelajaran. Implementasi tersebut berkontribusi positif terhadap religiusitas dan kepatuhan siswa terhadap aturan sekolah, meskipun internalisasi nilai akhlak belum sepenuhnya tercermin secara konsisten dalam perilaku sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran PAI berperan penting dalam pembentukan akhlak siswa, namun memerlukan penguatan integrasi nilai akhlak serta sinergi berkelanjutan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Strengthening Work Culture to Enhance Student Competence in Vocational High Schools: A Comparative Case Study Ria Setiawati; Hanafiah Hanafiah
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v6i1.49521

Abstract

This study examines the management of strengthening work culture to enhance student competence in vocational high schools amid technological and industrial advancements. Teachers must continually upgrade their skills for innovative learning, supported by work culture features such as attitudes, skills, knowledge, methods, media, modules, programs, resources, facilities, and budgets—preparing students for business/industry. Using a qualitative descriptive approach, data from interviews, observations, and documentation of implementing schools reveal that effective strategies—planning, organization, implementation, and evaluation—boost competence. Mentoring, periodic reviews, and roles of teachers (role models), principals (strategic managers), staff (operational support), students (active participants), and industry partners (internship sites) amplify impacts. Strengthening work culture offers a strategic solution for industry-ready graduates. Recommendations include school and government policies to promote these programs.
MANAJEMEN SERTIFIKASI GURU AL-QUR’AN METODE UMMI DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK (Studi Kasus di TPA Al-Ba’lawi Cikarang) Suci Dwi Kurniasih; Hanafiah Hanafiah; Faiz Karim Fatkhullah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2679

Abstract

The Ummi Method Quran Teacher Certification is a strategic tool for ensuring the quality of Quran education; however, its implementation in the field has not yet been fully optimized in terms of developing teachers’ pedagogical competencies. This study aims to analyze the management of the Ummi Method Quran Teacher Certification and its contribution to improving teachers’ pedagogical competencies at the Al-Ba’lawi Quran Learning Center in Cikarang. The study employs a qualitative approach with an intrinsic case study design, collecting data through observation, in-depth interviews, and document analysis, which were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings indicate that certification management remains largely administrative and focused on technical aspects (tahsin), while post-certification mentoring and evaluation of pedagogical impact have not been optimally implemented. This has hindered the full development of teachers’ pedagogical competencies, particularly in contextual lesson planning, the implementation of active learning strategies, and the conduct of authentic assessment. Therefore, a paradigm shift in certification is needed—moving beyond mere testing toward continuous learning through strengthened mentoring, the development of communities of practice, and the integration of the values of the Ummi Method into the certification management cycle. ABSTRAKSertifikasi Guru Al-Qur’an Metode Ummi merupakan instrumen strategis dalam penjaminan mutu pendidikan Al-Qur’an, namun implementasinya di lapangan belum sepenuhnya optimal dalam mengembangkan kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen sertifikasi guru Al-Qur’an Metode Ummi serta kontribusinya terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru di TPA Al-Ba’lawi Cikarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sertifikasi masih cenderung bersifat administratif dan berfokus pada aspek teknis (tahsin), sementara pendampingan pasca-sertifikasi serta evaluasi dampak pedagogik belum berjalan optimal. Hal ini berdampak pada belum berkembangnya kompetensi pedagogik guru secara maksimal, terutama dalam perencanaan pembelajaran kontekstual, penerapan strategi pembelajaran aktif, dan pelaksanaan penilaian autentik. Oleh karena itu, diperlukan transformasi paradigma sertifikasi dari sekadar pengujian menuju pembelajaran berkelanjutan melalui penguatan pendampingan, pengembangan komunitas praktik, serta integrasi nilai-nilai Metode Ummi dalam siklus manajemen sertifikasi. 
STRATEGI MANAJEMEN KOMUNIKASI TABUNG JUMROH INDONESIA DALAM MENTRANSFORMASI MINAT UMUM MASYARAKAT MENJADI MINAT KONKRET MENABUNG HAJI (Studi Kasus di Kota Bandung) Syamsul Ma’arief; Hanafiah Hanafiah; Faiz Karim Fatkhullah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2681

Abstract

This community service activity was motivated by the limited use of digital technology by the leadership of the Karangrejo Muhammadiyah Branch (PRM) in conveying Islamic da’wah in the Industry 4.0 era. The objective of this activity is to enhance the understanding and skills of Muhammadiyah leaders in utilizing the Instagram platform as an effective medium for da’wah. The method used was a participatory approach through several stages, namely an initial meeting with partners, mapping of digital da’wah needs, training and creation of digital content, as well as guidance on the implementation of Instagram as a medium for da’wah. The results of the activity showed a significant improvement in participants’ skills, marked by an increase in the average score from 70.1 to 82.42, or an increase of 17.57%. Additionally, this activity produced 27 da’wah feed posts and 3 short religious lecture videos published via Instagram. The conclusion of the activity indicates that the community service program was able to enhance the capacity of the PRM Karangrejo leadership in managing digital-based da’wah and in creating da’wah media that is more adaptive and relevant to contemporary developments. ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan teknologi digital oleh pengurus Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karangrejo dalam menyampaikan dakwah Islam di era Industri 4.0. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengurus Muhammadiyah dalam memanfaatkan platform Instagram sebagai media dakwah yang efektif. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui beberapa tahapan, yaitu pertemuan awal dengan mitra, pemetaan kebutuhan dakwah digital, pelatihan dan pembuatan konten digital, serta pendampingan implementasi penggunaan Instagram sebagai media dakwah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta yang signifikan, ditandai dengan kenaikan skor rata-rata dari 70,1 menjadi 82,42 atau meningkat sebesar 17,57%. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan 27 konten feed dakwah dan 3 video pendek pengajian yang dipublikasikan melalui Instagram. Kesimpulan kegiatan menunjukkan bahwa program pengabdian mampu meningkatkan kapasitas pengurus PRM Karangrejo dalam mengelola dakwah berbasis digital serta membentuk media dakwah yang lebih adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Pengaruh Integrasi Artificial Intelligence dan Media YouTube dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap Prestasi Belajar Siswa di SMK Plus Qurrota A’yun Garut Ahmad Najib Komarudin; Hanafiah Hanafiah; Faiz Karim Fatkhullah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2666

Abstract

In the increasingly digitalised landscape of vocational education, Islamic Religious Education faces challenges in maintaining methodological relevance and learning effectiveness, particularly within technically oriented schools. This study aims to examine the impact of integrating Artificial Intelligence (AI), optimised through the YouTube platform, on students’ cognitive learning achievement in Islamic Religious Education at SMK Plus Qurrota A’yun, Garut Regency. The research is grounded in the pedagogical transformation required in the Society 5.0 era, where vocational students demand learning approaches aligned with their digital ecosystem while remaining rooted in Islamic spiritual values. A quasi-experimental pretest–posttest control group design was employed, involving 100 Year 11 students divided into an experimental group and a control group. The technological intervention utilised Large Language Models for pedagogical script development and Generative AI for content visualisation, distributed via YouTube. Statistical analysis using an independent t-test revealed a significant post-treatment difference between the two groups. The experimental group demonstrated a substantial increase in mean scores, a large effect size (d = 1.43), and a high level of student engagement. These findings indicate that the integration of AI and YouTube reduces cognitive load when learning abstract religious concepts, enhances information retention, and offers an effective blended learning model. The study concludes by recommending the adoption of adaptive curricula that position technology as a catalyst for religious understanding while preserving the teacher’s authoritative role.ABSTRAKDalam lanskap pendidikan vokasi yang semakin terdigitalisasi, Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi tantangan relevansi dan efektivitas metodologis, khususnya di sekolah kejuruan yang lekat dengan ekosistem teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dioptimalkan melalui platform YouTube terhadap prestasi belajar kognitif siswa pada mata pelajaran PAI di SMK Plus Qurrota A’yun, Kabupaten Garut. Penelitian dilandasi urgensi transformasi pedagogis di era Society 5.0, yang menuntut pendekatan pembelajaran selaras dengan karakteristik digital siswa tanpa mengabaikan nilai spiritual Islam. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan desain pretest–posttest kelompok kontrol, melibatkan 100 siswa kelas XI yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Intervensi dilakukan melalui pengembangan video pembelajaran berbasis YouTube yang dioptimalkan menggunakan Large Language Models untuk penyusunan skrip pedagogis dan Generative AI untuk visualisasi konten. Hasil analisis uji-t independen menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok setelah perlakuan, dengan peningkatan skor rata-rata yang tinggi pada kelompok eksperimen serta ukuran efek besar (d = 1,43) dan tingkat keterlibatan siswa yang tinggi. Temuan ini menyimpulkan bahwa integrasi AI dan YouTube efektif dalam menurunkan beban kognitif, meningkatkan retensi pemahaman materi PAI yang abstrak, serta mendukung model blended learning yang adaptif.