Islamic Religious Education (PAI) plays a crucial role in shaping students’ moral character at the elementary school level as the initial phase of character development; however, its implementation in public elementary schools still faces challenges in consistently integrating moral values into the learning process. This study aims to describe the implementation of PAI instruction, analyze the outcomes of its implementation, and identify the supporting and inhibiting factors in the development of students’ moral character at SDN Karang Asih 08 Cikarang Utara, Bekasi Regency. The study employs a qualitative approach using the case study method. Data were collected through non-participatory observation, structured interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and verification. The results indicate that PAI instruction has been conducted in accordance with the curriculum and lesson plans, utilizing various teaching methods. This implementation has positively contributed to students’ religiosity and compliance with school rules, although the internalization of moral values has not yet been fully and consistently reflected in their daily behavior. This study concludes that PAI instruction plays a crucial role in shaping students’ moral character; however, it requires strengthening the integration of moral values as well as sustained synergy among schools, families, and the community. ABSTRAKPendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk akhlak siswa pada jenjang sekolah dasar sebagai fase awal pembentukan karakter, namun implementasinya di sekolah dasar negeri masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilai akhlak secara konsisten dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran PAI, menganalisis hasil implementasinya, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pembentukan akhlak siswa di SDN Karang Asih 08 Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI telah dilaksanakan sesuai kurikulum dan perencanaan pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai metode pembelajaran. Implementasi tersebut berkontribusi positif terhadap religiusitas dan kepatuhan siswa terhadap aturan sekolah, meskipun internalisasi nilai akhlak belum sepenuhnya tercermin secara konsisten dalam perilaku sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran PAI berperan penting dalam pembentukan akhlak siswa, namun memerlukan penguatan integrasi nilai akhlak serta sinergi berkelanjutan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.