Penelitian ini bermula dari persoalan menurunnya kesadaran spiritual kaum bapak dalam menghayati makna ibadah sebagai hubungan pribadi dengan Allah. Banyak di antara mereka terjebak dalam rutinitas keagamaan yang bersifat seremonial, sehingga ibadah kehilangan dimensi transformatifnya. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui tingkat konfirmasi, dimensi yang dominan dalam menentukan konfirmasi hidup dalam beribadah berdasarkan Ibrani 10:19-25 bagi kaum bapak di Gereja Kristen Oikoumene Filadelfia Kompas Jangkang Sanggau Kalimatan Barat. Hasil pengujian hipotesis pertama dilakukan dengan rumus Confidence Interval pada taraf signifikansi 5% diperoleh 130,9871–135,4129. Angka lower bound dan upper bound tersebut berada pada kategori interval sedang sehingga dapat disimpulkan bahwa Konfirmatori Hidup Dalam Beribadah berdasarkan Ibrani 10:19-25 bagi kaum bapak di Gereja Kristen Oikoumene Filadelfia Kompas Jangkang Sanggau Kalimatan Barat ada pada kategori “sedang“. Kedua, dari tabel rekapitulasi regresi linier setiap dimensi exogenous variabel dengan endogenous variable (Y) di atas diketahui bahwa kontribusi terbesar didapatkan dari dimensi D1 Menghadap Allah dengan nilai koefisien korelasi 0,937 dan koefisien determinasi 0,878 atau kontribusi sebesar 87,8% dalam membentuk Konfirmatori Hidup Dalam Beribadah berdasarkan Ibrani 10:19-25 bagi kaum bapak di Gereja Kristen Oikoumene Filadelfia Kompas Jangkang Sanggau Kalimatan Barat (Y). Untuk D2 memiliki konstribusi sebesar 80,2%. Hipotesis pertama menunjukkan bahwa tingkat Konfirmatori kategori Sedang, dan yang diajukan ada pada kategori sedang. Hasil pengujian terhadap hipotesis kedua menunjukkan bahwa dimensi yang dominan menentukan konfirmatori Hidup Dalam Beribadah berdasarkan Ibrani 10:19-25 bagi kaum bapak di Gereja Kristen Oikoumene Filadelfia Kompas Jangkang Sanggau Kalimatan Barat adalah Menghadap Allah.