This Author published in this journals
All Journal Symbole
Rizky septiandra
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REPRESENTASI PERAN AYAH SEBAGAI FIGUR PENGASUH DALAM FILM PANGGIL AKU AYAH (2025): ANALISIS TEORI REPRESENTASI STUART HALL DAN ANALISIS NARATIF TZVETAN TODOROV Muhammad Egalit Tualeka; Rizky septiandra; Topan Bilardo
SYMBOLE Vol. 4 No. 1 (2026): SYMBOLE (In Press)
Publisher : Yayasan Formadana Tabagsel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi peran ayah sebagai figur pengasuh dalam film Panggil Aku Ayah (2025) karya Benni Setiawan. Fenomena fatherless yang kian meluas di Indonesia, dikombinasikan dengan pergeseran narasi sinema Indonesia tentang peran ayah, melatarbelakangi urgensi kajian ini. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif dengan paradigma konstruktivisme, penelitian ini memadukan Teori Representasi Stuart Hall dan Analisis Naratif Tzvetan Todorov yang dimodifikasi oleh Lacey dan Gillespie sebagai kerangka analitik utama. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi dua kerangka teori tersebut untuk mengkaji secara simultan dimensi struktural-naratif dan dimensi representasional-kultural dalam satu objek kajian film Indonesia kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Panggil Aku Ayah merepresentasikan transformasi signifikan peran ayah melalui lima tahapan naratif Todorov: dari equilibrium yang menampilkan figur ayah konvensional sebagai provider dan protector, melewati disruption berupa krisis pengasuhan, recognition atas kegagalan relasional, serangkaian attempt to repair, hingga mencapai new equilibrium di mana figur ayah bertransformasi menjadi caregiver yang aktif, hangat, dan hadir secara emosional. Representasi peran caregiver mendominasi narasi dengan proporsi terbesar, diikuti protector dan provider. Penelitian ini berkontribusi pada diskursus kajian representasi gender dalam sinema Indonesia dan membuktikan bahwa film dapat menjadi medium transformasi sosial dalam membentuk ulang norma pengasuhan ayah.