Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Konsultan Jasa Supervisi Konstruksi PLN Pusat Manajemen Proyek UPMK II Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) Bunga Cahyaningrum; Farida Rachmawati
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5517

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja layanan supervisi konstruksi serta merumuskan prioritas perbaikan yang paling berdampak berdasarkan persepsi pengguna jasa. Penelitian ini menggunakan kerangka SERVQUAL yang diintegrasikan dengan Importance Performance Analysis (IPA), Gap Analysis, Quality Function Deployment (QFD), dan House of Quality (HoQ). Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 63 responden dari unit-unit PLN selaku pemilik proyek pada tahun 2025. Unit analisis dalam penelitian ini adalah atribut layanan supervisi konstruksi. Analisis dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengujian validitas dan reliabilitas instrumen, perhitungan nilai kepentingan dan kinerja atribut, pemetaan IPA, hingga penerjemahan kebutuhan pelanggan ke dalam respon teknis melalui QFD dan HoQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kinerja layanan supervisi sebesar 4,15 masih berada di bawah nilai rata-rata kepentingan sebesar 4,33, sehingga terdapat expectation gap antara kinerja aktual dan harapan pengguna jasa. Analisis IPA mengidentifikasi delapan atribut layanan berada pada Kuadran I (prioritas utama), terutama yang berkaitan dengan sistem dokumentasi, akurasi dan keterelusuran laporan, keandalan penanganan masalah teknis, serta kompetensi dan sertifikasi teknis personel supervisi. Melalui QFD-HoQ, diperoleh tiga prioritas respon teknis: penerapan checklist standar mutu supervisi, digitalisasi laporan supervisi, serta audit mutu internal berkelanjutan. Pendekatan integratif SERVQUAL–IPA–QFD–HoQ terbukti efektif untuk mengidentifikasi kelemahan dan merumuskan rekomendasi peningkatan kualitas layanan supervisi konstruksi.