Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji efektivitas model sinergi kepemimpinan kepala sekolah dan keterlibatan orang tua dalam meningkatkan kedisiplinan siswa sekolah dasar. Kedisiplinan siswa merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter dan keberhasilan akademik, namun berbagai sekolah masih menghadapi permasalahan terkait ketepatan waktu, kepatuhan terhadap tata tertib, dan tanggung jawab belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental tipe non-equivalent control group. Partisipan penelitian terdiri atas 120 siswa sekolah dasar yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan dukungan kepala sekolah, guru, dan orang tua dalam proses implementasi model. Data dikumpulkan melalui angket kedisiplinan dan motivasi belajar, observasi terstruktur, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji paired sample t-test, independent sample t-test, serta perhitungan N-gain, yang diperkuat dengan analisis tematik terhadap data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model sinergi yang diterapkan secara sistematis mampu meningkatkan kedisiplinan siswa secara signifikan dibandingkan praktik konvensional. Peningkatan terlihat pada aspek kepatuhan terhadap aturan, ketepatan waktu, tanggung jawab belajar, dan keterlibatan dalam pembelajaran. Selain itu, model ini juga berdampak positif terhadap motivasi belajar siswa sebagai faktor penguat perilaku disiplin. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi terstruktur antara kepemimpinan sekolah dan orang tua sebagai strategi berbasis bukti dalam penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar.