Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keterbatasan Situational Crisis Communication Theory dalam Krisis Isu Sensitif: Analisis Kasus Xpose Uncensored Trans7 Sintya Chalifia Azizah
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5812

Abstract

Penelitian ini menganalisis keterbatasan Situational Crisis Communication Theory (SCCT) dalam menjelaskan respons organisasi terhadap krisis berbasis nilai. Fokus penelitian adalah kasus program Xpose Uncensored TRANS7 yang memicu kritik publik karena dianggap menyinggung nilai keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan antara prediksi teoritis SCCT dan praktik komunikasi krisis di lapangan, serta merumuskan perluasan teori yang lebih sensitif terhadap dimensi etika, budaya, dan identitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui analisis dokumen berupa pemberitaan media dan pernyataan resmi organisasi, yang dianalisis secara interpretatif dengan kerangka SCCT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons TRANS7 mencerminkan strategi rebuild melalui permintaan maaf dan klarifikasi. Namun, respons tersebut belum mampu memenuhi ekspektasi publik. SCCT cenderung berfokus pada perlindungan reputasi sehingga kurang sensitif terhadap dimensi etika, identitas, dan budaya. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi krisis berbasis nilai tidak hanya bergantung pada atribusi tanggung jawab. Organisasi juga perlu mengintegrasikan empati dan sensitivitas nilai dalam responsnya. Oleh karena itu, SCCT perlu dilengkapi dengan perspektif berbasis nilai agar lebih relevan dalam konteks krisis yang melibatkan isu sosial dan keagamaan.
Connective Action and Meaning Formation in the Digital Era: A Case Study of the #Alleyesonpapua Campaign Kamaratih Purnama Kusuma; Agnes Yusuf; Siti Maharani Nabilah; Sintya Chalifia Azizah; Lucky Alfa Riztri
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 11 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i11.52376

Abstract

This study examines #AllEyesonPapua digital campaigns as a form of connective action in digital activism that develops organically through social media. This research uses a qualitative approach with interpretive paradigms and case studies to understand how meaning, collective emotions, and digital solidarity are formed in the digital space. Using the perspective of Social Construction of Technology (KST), this study emphasizes that social media is not neutral but rather a social space full of negotiation of meaning and power. Data were collected through in-depth interviews with informants who were actively involved in #AllEyesonPapua campaign interactions in the digital space and analyzed using thematic coding techniques. The results show that #AllEyesonPapua campaigns form digital solidarity through personalized narratives, evocative visual symbols, and strong emotional resonances. Social media acts as an affective space that allows for the expression of collective emotions and the articulation of meaning broadly. The findings also reveal that this campaign faces challenges in the form of stigmatization, digital attacks, and limited access to votes from directly affected communities.