Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sering terjadi pada balita dan memerlukan upaya pencegahan yang efektif di tingkat rumah tangga. Pengetahuan ibu berperan penting dalam membentuk perilaku pencegahan diare pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang diare dengan tindakan pencegahan diare pada balita di wilayah kerja puskesmas saritani, Boalemo, Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan potong lintang. Jumlah sampel sebanyak 57 pasangan ibu dan balita yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur tingkat pengetahuan ibu dan tindakan pencegahan diare pada balita. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan baik dan cukup, namun tindakan pencegahan diare masih didominasi oleh kategori cukup. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan ibu tentang diare dengan tindakan pencegahan diare pada balita. Temuan ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik belum sepenuhnya diikuti oleh penerapan perilaku pencegahan yang optimal, yang kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kebiasaan sehari-hari. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan ibu berhubungan dengan tindakan pencegahan diare pada balita. Disarankan agar tenaga kesehatan memperkuat edukasi kesehatan yang berkelanjutan dan aplikatif guna meningkatkan praktik pencegahan diare di tingkat rumah tangga.