Anggela Putri Maharani
Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

“Proedu Plus” Solusi Pencegahan Penyakit Ginjal Kronis pada Anak Di Sanggar Bimbingan Malaysia Yunie Armiyati; Khoiriyah Khoiriyah; Anggela Putri Maharani
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v5i2.21223

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan berdampak pada penurunan kualitas hidup, termasuk pada anak. Anak pekerja migran Indonesia di Sanggar Bimbingan (SB) Malaysia merupakan kelompok rentan dengan faktor risiko PGK yang lebih tinggi akibat kondisi sosial ekonomi dan gaya hidup tidak sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan pencegahan PGK melalui Program Edukasi Plus (ProEdu-Plus). Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan terstruktur yang dikombinasikan dengan pemeriksaan status kesehatan (tekanan darah, kadar glukosa darah, dan antropometri), serta evaluasi pre-test dan post-test. Kegiatan melibatkan 40 siswa, 3 guru pendamping, dan 28 orang tua/wali di SB Sentul, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) Malaysia. Hasil skrining menunjukkan tingginya faktor risiko, seperti kebiasaan konsumsi minuman manis, makanan instan, dan minuman bersoda, serta adanya kasus obesitas. Sebagian besar peserta juga memiliki pengetahuan yang rendah terkait PGK, hipertensi, dan hiperglikemia. Setelah intervensi ProEdu-Plus, terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta perilaku kesehatan siswa, termasuk kemampuan melakukan manajemen stres. Program ProEdu-Plus efektif sebagai intervensi promotif dan preventif dalam meningkatkan perilaku hidup sehat dan pencegahan PGK pada anak. Keterlibatan guru dan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan program, serta diperlukan keberlanjutan melalui pemantauan jangka panjang.