Rahma Nabiilah Nuraniyyah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Landasan-Landasan Perkembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) Rahma Nabiilah Nuraniyyah; Riadah Amanda Damayanti; Selpi Dwi Ariani; Sultan Fassyadila Syarif; Syamil Sayyafi; Achmad Junaedi Sitika
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curriculum is one of the important elements in the implementation of education, including in Islamic Religious Education (PAI). In the development process, curriculum cannot be compiled arbitrarily, but needs to be based on various foundations that can serve as a reference so that educational objectives can be achieved properly. This article discusses various bases that become the foundation for developing the PAI curriculum, namely philosophical, psychological, sociological, and juridical foundations. The philosophical foundation plays a role in providing direction and basic values of Islamic education sourced from the Qur'an and Hadith. The psychological foundation is related to the characteristics and stages of development of students so that learning materials and processes can be adjusted to their needs. Meanwhile, the sociological foundation emphasizes the importance of curriculum to answer the needs of society and ongoing social changes. Meanwhile, the juridical foundation serves as a guide so that the curriculum developed remains in accordance with applicable education regulations and policies. Through understanding of these four foundations, the development of the PAI curriculum is expected to be able to produce students who have strong faith, broad insights, and are able to contribute positively to social, national, and religious life. Kurikulum merupakan salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan pendidikan, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam proses pengembangannya, kurikulum tidak dapat disusun secara asal, tetapi perlu didasarkan pada berbagai landasan yang dapat menjadi acuan agar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik. Artikel ini membahas berbagai landasan yang menjadi dasar pengembangan kurikulum PAI, yaitu landasan filosofis, psikologis, sosiologis, dan yuridis. Landasan filosofis berperan dalam memberikan arah dan nilai dasar pendidikan Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis. Landasan psikologis berkaitan dengan karakteristik serta tahap perkembangan peserta didik sehingga materi dan proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Sementara itu, landasan sosiologis menekankan pentingnya kurikulum untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta perubahan sosial yang terus berlangsung. Adapun landasan yuridis menjadi pedoman agar kurikulum yang dikembangkan tetap sesuai dengan peraturan dan kebijakan pendidikan yang berlaku. Melalui pemahaman terhadap keempat landasan tersebut, pengembangan kurikulum PAI diharapkan mampu menghasilkan peserta didik yang memiliki keimanan yang kuat, wawasan yang luas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan beragama.
Landasan-Landasan Perkembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) Rahma Nabiilah Nuraniyyah; Riadah Amanda Damayanti; Selpi Dwi Ariani; Sultan Fassyadila Syarif; Syamil Sayyafi; Achmad Junaedi Sitika
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curriculum is one of the important elements in the implementation of education, including in Islamic Religious Education (PAI). In the development process, curriculum cannot be compiled arbitrarily, but needs to be based on various foundations that can serve as a reference so that educational objectives can be achieved properly. This article discusses various bases that become the foundation for developing the PAI curriculum, namely philosophical, psychological, sociological, and juridical foundations. The philosophical foundation plays a role in providing direction and basic values of Islamic education sourced from the Qur'an and Hadith. The psychological foundation is related to the characteristics and stages of development of students so that learning materials and processes can be adjusted to their needs. Meanwhile, the sociological foundation emphasizes the importance of curriculum to answer the needs of society and ongoing social changes. Meanwhile, the juridical foundation serves as a guide so that the curriculum developed remains in accordance with applicable education regulations and policies. Through understanding of these four foundations, the development of the PAI curriculum is expected to be able to produce students who have strong faith, broad insights, and are able to contribute positively to social, national, and religious life. Kurikulum merupakan salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan pendidikan, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam proses pengembangannya, kurikulum tidak dapat disusun secara asal, tetapi perlu didasarkan pada berbagai landasan yang dapat menjadi acuan agar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik. Artikel ini membahas berbagai landasan yang menjadi dasar pengembangan kurikulum PAI, yaitu landasan filosofis, psikologis, sosiologis, dan yuridis. Landasan filosofis berperan dalam memberikan arah dan nilai dasar pendidikan Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis. Landasan psikologis berkaitan dengan karakteristik serta tahap perkembangan peserta didik sehingga materi dan proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Sementara itu, landasan sosiologis menekankan pentingnya kurikulum untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta perubahan sosial yang terus berlangsung. Adapun landasan yuridis menjadi pedoman agar kurikulum yang dikembangkan tetap sesuai dengan peraturan dan kebijakan pendidikan yang berlaku. Melalui pemahaman terhadap keempat landasan tersebut, pengembangan kurikulum PAI diharapkan mampu menghasilkan peserta didik yang memiliki keimanan yang kuat, wawasan yang luas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan beragama.
Evaluasi Pembelajaran Pai Dalam Mengembangkan Kemampuan Siswa Di Sdn Karang Asih 07 Cikarang Utara Selpi Dwi Ariani; Salwa Salsabila Putri Sulaiman; Rahma Nabiilah Nuraniyyah; Raihan Azzam Arrayan; Sobur Sobur; Shofiyana Nadia Fairuz
Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2026): Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/hikmah.v3i2.2251

Abstract

This study was motivated by importance from evaluating Islamic education (PAI) learning in supporting That development of students’ abilities at the elementary school level. Learning evaluation is an essential part of the educational process because it functions to determine the level of students’ success in understanding learning materials as well as the development of their religious attitudes and skills. In PAI learning, evaluation does not only assess cognitive aspects but also includes affective and psychomotor aspects. However, the implementation of PAI learning evaluation in elementary schools still faces several challenges, such as limited learning time, differences in students’ abilities, difficulties in objectively assessing attitudes, and the lack of optimal use of technology in the evaluation process. This study aims to identify and analyze the implementation of PAI learning evaluation in developing students’ abilities at SDN Karang Asih 07 North Cikarang. This research used a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation involving PAI teachers and students as research subjects. The data were analyzed using the Miles and Huberman analysis technique through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that PAI learning evaluation was conducted through various forms of assessment, such as written tests, attitude observation, worship practices, assignments, and memorization of prayers and short surahs. These evaluations helped teachers identify students’ overall development in terms of knowledge, religious character building, and religious practice skills. This study also indicates that comprehensive learning evaluation can support the improvement of PAI learning quality in elementary schools. Therefore, teachers are expected to develop more innovative and authentic evaluation models to make the learning process more effective and suitable for students’ needs.