Selpi Dwi Ariani
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Landasan-Landasan Perkembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) Rahma Nabiilah Nuraniyyah; Riadah Amanda Damayanti; Selpi Dwi Ariani; Sultan Fassyadila Syarif; Syamil Sayyafi; Achmad Junaedi Sitika
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curriculum is one of the important elements in the implementation of education, including in Islamic Religious Education (PAI). In the development process, curriculum cannot be compiled arbitrarily, but needs to be based on various foundations that can serve as a reference so that educational objectives can be achieved properly. This article discusses various bases that become the foundation for developing the PAI curriculum, namely philosophical, psychological, sociological, and juridical foundations. The philosophical foundation plays a role in providing direction and basic values of Islamic education sourced from the Qur'an and Hadith. The psychological foundation is related to the characteristics and stages of development of students so that learning materials and processes can be adjusted to their needs. Meanwhile, the sociological foundation emphasizes the importance of curriculum to answer the needs of society and ongoing social changes. Meanwhile, the juridical foundation serves as a guide so that the curriculum developed remains in accordance with applicable education regulations and policies. Through understanding of these four foundations, the development of the PAI curriculum is expected to be able to produce students who have strong faith, broad insights, and are able to contribute positively to social, national, and religious life. Kurikulum merupakan salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan pendidikan, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam proses pengembangannya, kurikulum tidak dapat disusun secara asal, tetapi perlu didasarkan pada berbagai landasan yang dapat menjadi acuan agar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik. Artikel ini membahas berbagai landasan yang menjadi dasar pengembangan kurikulum PAI, yaitu landasan filosofis, psikologis, sosiologis, dan yuridis. Landasan filosofis berperan dalam memberikan arah dan nilai dasar pendidikan Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis. Landasan psikologis berkaitan dengan karakteristik serta tahap perkembangan peserta didik sehingga materi dan proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Sementara itu, landasan sosiologis menekankan pentingnya kurikulum untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta perubahan sosial yang terus berlangsung. Adapun landasan yuridis menjadi pedoman agar kurikulum yang dikembangkan tetap sesuai dengan peraturan dan kebijakan pendidikan yang berlaku. Melalui pemahaman terhadap keempat landasan tersebut, pengembangan kurikulum PAI diharapkan mampu menghasilkan peserta didik yang memiliki keimanan yang kuat, wawasan yang luas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan beragama.
Transformasi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Era Digital : Upaya Meningkatkan Pemahaman dan Karakter Peserta Didik Suci Helen Ramadhani; Selpi Dwi Ariani; Sri Yanti; Rafly Rifqy Rahmansyah; Afiyatun Kholifah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology has had a major influence on the world of education, including the learning of Islamic Cultural History (SKI). This study aims to examine the transformation of SKI learning in the digital era in improving students’ understanding and character. The method used in this research is a qualitative approach with library research methods through collecting data from journals, books, and other relevant literature. The results show that the use of digital technology such as learning videos, interactive multimedia, e-learning platforms, and educational social media can increase students’ learning interest, facilitate understanding of Islamic historical materials, and create more interactive and flexible learning. In addition to improving students’ understanding, digital-based SKI learning also plays a role in shaping Islamic character through the inculcation of exemplary values from Islamic figures such as honesty, discipline, responsibility, and enthusiasm for seeking knowledge. However, the implementation of digital learning also faces several challenges, including limited technological facilities, low digital literacy, and the potential misuse of technology by students. Therefore, the role of teachers is needed in guiding the wise use of technology and developing learning media that are in accordance with Islamic educational values. Thus, the transformation of SKI learning in the digital era can become an effective educational innovation in improving the quality of learning and students’ character building. Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh besar terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transformasi pembelajaran SKI di era digital dalam meningkatkan pemahaman dan karakter peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui pengumpulan data dari jurnal, buku, dan berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital seperti video pembelajaran, multimedia interaktif, platform e-learning, dan media sosial edukatif mampu meningkatkan minat belajar, mempermudah pemahaman materi sejarah Islam, serta menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan fleksibel. Selain meningkatkan pemahaman peserta didik, pembelajaran SKI berbasis digital juga berperan dalam membentuk karakter Islami melalui penanaman nilai-nilai keteladanan tokoh-tokoh Islam seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan semangat menuntut ilmu. Namun, penerapan pembelajaran digital juga menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan fasilitas teknologi, rendahnya literasi digital, dan potensi penyalahgunaan teknologi oleh peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peran guru dalam membimbing penggunaan teknologi secara bijak serta pengembangan media pembelajaran yang sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Dengan demikian, transformasi pembelajaran SKI di era digital dapat menjadi inovasi pendidikan yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.
Landasan-Landasan Perkembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) Rahma Nabiilah Nuraniyyah; Riadah Amanda Damayanti; Selpi Dwi Ariani; Sultan Fassyadila Syarif; Syamil Sayyafi; Achmad Junaedi Sitika
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curriculum is one of the important elements in the implementation of education, including in Islamic Religious Education (PAI). In the development process, curriculum cannot be compiled arbitrarily, but needs to be based on various foundations that can serve as a reference so that educational objectives can be achieved properly. This article discusses various bases that become the foundation for developing the PAI curriculum, namely philosophical, psychological, sociological, and juridical foundations. The philosophical foundation plays a role in providing direction and basic values of Islamic education sourced from the Qur'an and Hadith. The psychological foundation is related to the characteristics and stages of development of students so that learning materials and processes can be adjusted to their needs. Meanwhile, the sociological foundation emphasizes the importance of curriculum to answer the needs of society and ongoing social changes. Meanwhile, the juridical foundation serves as a guide so that the curriculum developed remains in accordance with applicable education regulations and policies. Through understanding of these four foundations, the development of the PAI curriculum is expected to be able to produce students who have strong faith, broad insights, and are able to contribute positively to social, national, and religious life. Kurikulum merupakan salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan pendidikan, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam proses pengembangannya, kurikulum tidak dapat disusun secara asal, tetapi perlu didasarkan pada berbagai landasan yang dapat menjadi acuan agar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik. Artikel ini membahas berbagai landasan yang menjadi dasar pengembangan kurikulum PAI, yaitu landasan filosofis, psikologis, sosiologis, dan yuridis. Landasan filosofis berperan dalam memberikan arah dan nilai dasar pendidikan Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis. Landasan psikologis berkaitan dengan karakteristik serta tahap perkembangan peserta didik sehingga materi dan proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Sementara itu, landasan sosiologis menekankan pentingnya kurikulum untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta perubahan sosial yang terus berlangsung. Adapun landasan yuridis menjadi pedoman agar kurikulum yang dikembangkan tetap sesuai dengan peraturan dan kebijakan pendidikan yang berlaku. Melalui pemahaman terhadap keempat landasan tersebut, pengembangan kurikulum PAI diharapkan mampu menghasilkan peserta didik yang memiliki keimanan yang kuat, wawasan yang luas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan beragama.
Transformasi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Era Digital : Upaya Meningkatkan Pemahaman dan Karakter Peserta Didik Suci Helen Ramadhani; Selpi Dwi Ariani; Sri Yanti; Rafly Rifqy Rahmansyah; Afiyatun Kholifah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology has had a major influence on the world of education, including the learning of Islamic Cultural History (SKI). This study aims to examine the transformation of SKI learning in the digital era in improving students’ understanding and character. The method used in this research is a qualitative approach with library research methods through collecting data from journals, books, and other relevant literature. The results show that the use of digital technology such as learning videos, interactive multimedia, e-learning platforms, and educational social media can increase students’ learning interest, facilitate understanding of Islamic historical materials, and create more interactive and flexible learning. In addition to improving students’ understanding, digital-based SKI learning also plays a role in shaping Islamic character through the inculcation of exemplary values from Islamic figures such as honesty, discipline, responsibility, and enthusiasm for seeking knowledge. However, the implementation of digital learning also faces several challenges, including limited technological facilities, low digital literacy, and the potential misuse of technology by students. Therefore, the role of teachers is needed in guiding the wise use of technology and developing learning media that are in accordance with Islamic educational values. Thus, the transformation of SKI learning in the digital era can become an effective educational innovation in improving the quality of learning and students’ character building. Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh besar terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transformasi pembelajaran SKI di era digital dalam meningkatkan pemahaman dan karakter peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui pengumpulan data dari jurnal, buku, dan berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital seperti video pembelajaran, multimedia interaktif, platform e-learning, dan media sosial edukatif mampu meningkatkan minat belajar, mempermudah pemahaman materi sejarah Islam, serta menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan fleksibel. Selain meningkatkan pemahaman peserta didik, pembelajaran SKI berbasis digital juga berperan dalam membentuk karakter Islami melalui penanaman nilai-nilai keteladanan tokoh-tokoh Islam seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan semangat menuntut ilmu. Namun, penerapan pembelajaran digital juga menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan fasilitas teknologi, rendahnya literasi digital, dan potensi penyalahgunaan teknologi oleh peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peran guru dalam membimbing penggunaan teknologi secara bijak serta pengembangan media pembelajaran yang sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Dengan demikian, transformasi pembelajaran SKI di era digital dapat menjadi inovasi pendidikan yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.