Tri Lestari Handayani
Institut Kesehatan Hermina

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Kompres Hangat dan Senam Dismenore dalam Menurunkan Nyeri Dismenore Primer: Literature Review Destiana Syahrani Putri; Tri Lestari Handayani
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1879

Abstract

Dismenore primer merupakan nyeri menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar, konsentrasi, serta kualitas hidup. Kompres hangat dan senam dismenore merupakan intervensi nonfarmakologis yang banyak digunakan untuk mengurangi intensitas nyeri menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kompres hangat dan senam dismenore dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore primer pada remaja putri. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan sistematis berdasarkan pedoman PRISMA melalui pencarian artikel pada Google Scholar, PubMed, dan ResearchGate tahun 2021–2025. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara naratif. Hasil menunjukkan bahwa seluruh artikel melaporkan kompres hangat dan senam dismenore efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore primer (p < 0,05). Kompres hangat memberikan efek analgesik yang cepat melalui mekanisme relaksasi otot dan vasodilatasi, sedangkan senam dismenore menunjukkan efektivitas yang lebih konsisten dalam jangka panjang melalui peningkatan endorfin dan modulasi hormonal. Beberapa penelitian menunjukkan kompres hangat lebih efektif dalam penanganan nyeri akut, sementara penelitian lain menunjukkan senam dismenore lebih efektif sebagai terapi preventif jangka panjang. Disimpulkan bahwa kompres hangat dan senam dismenore efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan nyeri dismenore primer, serta kombinasi keduanya direkomendasikan untuk memberikan hasil yang lebih optimal.
HUBUNGAN MANAJEMEN STRES DENGAN BURNOUT SYNDROM DAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI RUANG ICU Tri Lestari Handayani; Dessi Natallina; Jamaludin
Optimal Nursing Journal Volume 3 No 1 Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67717/740335

Abstract

Introduction: Intensive Care Unit (ICU) nurses are highly vulnerable to occupational stress due to the complexity and urgency of patient care, which may lead to burnout syndrome and decreased work motivation. Effective stress management is essential to maintain nurses’ psychological well-being and performance. However, evidence examining the interplay between stress management, burnout, and work motivation among ICU nurses remains limited. Methods: This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. A total of 50 ICU nurses aged 25–40 years, with 1–10 years of work experience, were recruited. Data were collected using a stress management questionnaire, the Maslach Burnout Inventory (MBI), and a work motivation questionnaire. Statistical analysis was conducted using Chi-square and Fisher’s Exact Test to determine the relationships between variables. Results: The findings revealed a significant relationship between stress management and burnout syndrome (p = 0.012; OR = 0.9), indicating that nurses with good stress management had lower odds of experiencing burnout. Additionally, a significant relationship was found between stress management and work motivation (p = 0.049; OR = 2.9), suggesting that nurses with good stress management were more likely to have higher work motivation.Discussion/Suggestion: Effective stress management plays a critical role in reducing burnout and enhancing work motivation among ICU nurses. Healthcare institutions should implement structured stress management training programs to support nurses’ mental well-being and optimize their professional performance