Ricksando Siregar
Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBANDINGAN TIAMIN DAN NACL 0,9% TERHADAP KEBUTUHAN ANALGETIK POSTOPERATIF PADA PASIEN DENGAN KECEMASAN PREOPERATIF: COMPARISON OF THIAMINE AND 0.9% NACL ON POSTOPERATIVE ANALGESIC NEEDS IN PATIENTS WITH PREOPERATIVE ANXIETY Ricksando Siregar; Bastian Lubis; Tasrif Hamdi; Muhammad Aripandi Wira; Apriandeny Haithami; Fahmi Sani
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 15 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v15i1.740

Abstract

Kecemasan preoperatif berhubungan dengan peningkatan nyeri dan kebutuhan analgetik postoperatif. Tiamin berperan dalam metabolisme energi, fungsi saraf, serta modulasi inflamasi dan stres oksidatif sehingga berpotensi memengaruhi respons nyeri perioperatif. Penelitian ini bertujuan membandingkan pemberian tiamin intravena dan NaCl 0,9% intravena terhadap kebutuhan analgetik postoperatif pada pasien dengan kecemasan preoperatif yang menjalani pembedahan dengan anestesi spinal. Penelitian ini merupakan uji klinis double-blind randomized controlled trial di RSUP H. Adam Malik Medan. Sebanyak 42 pasien dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 21 pasien menerima tiamin intravena atau NaCl 0,9% intravena. Kebutuhan analgetik postoperatif dan skor nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dibandingkan antar kelompok. Hasil menunjukkan kebutuhan analgetik postoperatif lebih rendah pada kelompok tiamin dibandingkan kelompok NaCl 0,9% IV (52,38 ± 51,1 mg vs 61,90 ± 86,46 mg; p=0,001). Skor VAS postoperatif juga lebih rendah pada kelompok tiamin (3,38 ± 0,92 vs 4,27 ± 0,52; p=0,004). Pemberian tiamin intravena berpotensi menurunkan kebutuhan analgetik dan intensitas nyeri postoperatif pada pasien dengan kecemasan preoperatif yang menjalani pembedahan dengan anestesi spinal.