Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguraikan berbagai teknik pengadaan buku serta peralatan dan perlengkapan sekolah yang efektif dan efisien. Proses pengadaan merupakan salah satu aspek krusial dalam menunjang keberlangsungan kegiatan belajar mengajar dan memastikan ketersediaan sumber daya yang memadai di lingkungan sekolah. Pengadaan yang tidak tepat dapat menyebabkan pemborosan anggaran, keterlambatan penyediaan, dan penurunan kualitas pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur komprehensif dari berbagai sumber primer dan sekunder, termasuk jurnal ilmiah, buku, peraturan pemerintah, dan studi kasus terkait praktik pengadaan di sektor pendidikan. Hasil penelitian mengidentifikasi beberapa teknik pengadaan utama yang direkomendasikan, meliputi: 1) Pengadaan Langsung, yang cocok untuk item dengan nilai kecil dan kebutuhan mendesak; 2) Penunjukan Langsung, digunakan dalam kondisi khusus seperti pemasok tunggal atau keadaan darurat; 3) Pengadaan Melalui Penyedia, mencakup metode lelang/tender (terbuka, terbatas, atau seleksi langsung) yang menekankan pada persaingan sehat dan transparansi; 4) Swakelola, di mana sekolah melakukan pengadaan sendiri dengan sumber daya internal; dan 5) E-procurement, pemanfaatan platform digital untuk meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan jangkauan. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya perencanaan kebutuhan yang matang, spesifikasi teknis yang jelas, penetapan anggaran yang realistis, pemilihan vendor yang kredibel, serta monitoring dan evaluasi pasca-pengadaan. Penerapan teknik pengadaan yang tepat, disertai dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas, diharapkan dapat mengoptimalkan alokasi anggaran sekolah, menjamin kualitas buku dan perlengkapan, serta pada akhirnya meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan.