Pengembangan profesional guru bahasa Inggris menjadi hal yang penting. Mereka dituntut untuk mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan dalam paradigma pembelajaran dan kemudian menyesuaikan hal tersebut dengan bagaimana skenario pembelajaran harus dikembangkan. Tetapi hal ini menjadi menantang karena berbagai hal misalnya kesempatan mereka untuk mengembangkan diri yang terbatas bahkan mungkin nyaris tidak ada, tidak adanya komunitas belajar yang memadai, sulitnya mengatur pembagian waktu antara menjalankan tugas sebagai guru bahasa Inggris dan waktu untuk mengembangkan diri, serta keterbatasan akses. Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk mengenalkan penggunaan platform Padlet sebagai media yang dapat digunakan untuk diskusi kolaboratif antarguru bahasa Inggris sebagai upaya pengembangan professional mereka. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pemaparan materi dan praktik dengan melibatkan komunitas guru bahasa Inggris di Kabupatan Sumedang. Kegiatan pengabdian ini diinisiasi untuk dilakukan berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang terlebih dahulu dilakukan. Angket untuk mengumpulkan data digunakan untuk mengetahui respons peserta terkait dengan diskusi kolaboratif dengan berbantuan Padlet. Hasil analisis data menunjukkan bahwa mayoritas guru bahasa Inggris antusias dan tertarik untuk terlibat aktif dalam diskusi kolaboratif menggunakan Padlet yang ditujukan untuk peningkatan profesional mereka. Meskipun sebagian besar dari mereka telah memiliki pengalaman mengajar lebih dari lima tahun, tetapi mereka meyakini bahwa diskusi kolaboratif dengan berbantuan Padlet akan memberikan pengalaman belajar dan berkolaborasi yang menyenangkan. Kegiatan pengabdian ini menjadi rujukan bagi team peneliti untuk selanjutnya mengembangkan model diskusi kolaboratif berbantuan Padlet yang merefleksikan nilai-nilai inklusivitas di dalamnya. The professional development of English teachers is important. They are required to adapt to various changes in the learning paradigm and adjust the learning scenario accordingly. However, this is challenging due to various factors, such as limited or even non-existent opportunities for self-development, the absence of adequate learning communities, the difficulty of balancing time between performing duties as an English teacher and time for self-development, and limited access. This community service activity aimed to introduce the Padlet platform as a medium for collaborative discussions among English teachers as part of their professional development. This activity was carried out in the form of a material presentation and practice involving the English teacher community in Sumedang Regency. This community service activity was initiated based on the results of a prior needs analysis. A questionnaire was used to collect data on participants' responses to collaborative discussions using Padlet. The results of the data analysis showed that the majority of English teachers were enthusiastic and interested in actively participating in collaborative discussions using Padlet for their professional development. Although most of them had more than 5 years of teaching experience, they believed that collaborative discussions using Padlet would provide an enjoyable learning experience. This community service activity served as a reference for the research team to develop a model of collaborative discussion, further using Padlet that reflects the values of inclusivity.