Mat Syaifi
Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Pembiayaan Pendidikan Berbasis Wakaf Di Lembaga Pendidikan Islam: Strategi Kemandirian Dan Keberlanjutan Mat Syaifi; Mat Syaifi
Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami Vol. 14 No. 1 (2026): Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami (April)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/tarbawi.v14i1.1193

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pembiayaan pendidikan berbasis wakaf sebagai solusi strategis mengurangi ketergantungan lembaga pendidikan Islam terhadap dana pemerintah yang fluktuatif, melalui integrasi wakaf tunai dan wakaf produktif. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain library research, mengkaji literatur dari jurnal terindeks Scopus dan Sinta sepuluh tahun terakhir, peraturan pemerintah, serta laporan lembaga wakaf, dengan validitas data melalui triangulasi sumber. Temuan: Transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme nazhir merupakan faktor penentu utama optimalisasi dana wakaf. Wakaf produktif berbasis digital menghasilkan pendapatan berkelanjutan yang mensubsidi biaya pendidikan siswa kurang mampu sesuai prinsip ta'awun, sekaligus memperkuat kemandirian madrasah dan pesantren. Implikasi: Penelitian ini mendorong reformasi tata kelola wakaf yang adaptif di lembaga pendidikan Islam. Orisinalitas: Penelitian ini menawarkan kerangka integratif antara maqashid al-syariah dan manajemen modern sebagai panduan kebijakan pembiayaan pendidikan Islam. Purpose: This study aims to analyze waqf-based education financing management as a strategic solution to reduce Islamic educational institutions' dependence on fluctuating government funds through the integration of cash waqf and productive waqf. Methodology: A descriptive qualitative approach with library research design was employed, analyzing literature from Scopus- and Sinta-indexed journals over the last ten years, government regulations, and waqf institution reports, validated through source triangulation. Findings: Transparency, accountability, and nazhir professionalism are the primary determinants of waqf fund optimization. Digital-based productive waqf generates sustainable income subsidizing education costs for underprivileged students in accordance with ta'awun principles, while strengthening the independence of madrasah and pesantren. Implications: This study encourages adaptive waqf governance reform in Islamic educational institutions. Originality: This study offers an integrative framework combining maqashid al-syariah with modern management as practical guidance for Islamic education financing policy.
Peran Guru Taman Pendidikan Al-Quran Mambaus Sholach dalam Pembinaan Pendidikan Agama Islam Anak Putri Davrina Rianda Zubaida; Mat Syaifi
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 5 No. 02 (2026): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v5i02.4937

Abstract

Pendidikan Agama Islam memainkan peran krusial dalam membangun akidah, ibadah, dan akhlak anak sejak usia dini. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) sebagai lembaga pendidikan nonformal menjadi salah satu wadah untuk melengkapi pendidikan agama yang diterima anak di lingkungan keluarga maupun sekolah formal. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru TPQ Mambaus Sholach dalam pembinaan Pendidikan Agama Islam bagi anak, memahami pelaksanaan pembinaan yang dilakukan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala TPQ, ustaz/ustazah, wali santri, dan santri, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru TPQ Mambaus Sholach berperan sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan teladan dalam pembinaan Pendidikan Agama Islam anak. Pembinaan dilaksanakan melalui pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan metode Tartila, hafalan surat pendek dan doa harian, praktik ibadah, pembiasaan akhlak mulia, serta nasihat keagamaan. Faktor pendukung meliputi dukungan orang tua dan masyarakat serta dedikasi guru, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas, waktu belajar, dan variasi kemampuan santri. Secara umum, guru TPQ Mambaus Sholach berkontribusi positif dalam membentuk karakter religius anak di Dusun Getah Kidul.
Implementasi Nilai-Nilai Adab Pencari Ilmu dalam Pembelajaran Kitab Ta'limul Muta'alim di Pondok Pesantren Assholach Kejeron Ana Atika; Mat Syaifi
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 5 No. 02 (2026): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v5i02.4959

Abstract

Pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter santri melalui penanaman nilai-nilai adab dalam proses pembelajaran. Salah satu kitab yang menjadi rujukan utama dalam pembentukan adab pencari ilmu adalah Ta'lim al-Muta'allim karya Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji. Namun, perkembangan teknologi, pergaulan, dan perubahan karakter peserta didik menjadi tantangan dalam menginternalisasikan nilai-nilai adab tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai adab pencari ilmu dalam pembelajaran Kitab Ta'lim al-Muta'allim, proses pembelajaran dalam menanamkan nilai-nilai tersebut, serta faktor pendukung dan penghambat implementasinya di Pondok Pesantren Assholach Kejeron. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai adab pencari ilmu diwujudkan melalui pembiasaan niat yang ikhlas, penghormatan kepada guru dan ilmu, pemilihan guru dan teman yang baik, keteguhan dalam belajar, serta pemanfaatan waktu secara disiplin. Proses pembelajaran diawali dengan pembacaan Shalawat Ya Sayyidi, pembacaan nadham Ala La Tanalul 'Ilma, penyampaian materi kitab, pencatatan rangkuman, dan evaluasi pembelajaran. Implementasi nilai-nilai tersebut didukung oleh keteladanan ustaz, lingkungan pesantren yang kondusif, tata tertib pondok, dan peran aktif pengurus, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan karakter santri, pengaruh lingkungan luar, serta rendahnya kesadaran sebagian santri dalam mengamalkan adab. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Kitab Ta'lim al-Muta'allim berkontribusi dalam membentuk karakter santri yang beradab melalui proses pembiasaan, keteladanan, dan budaya pesantren yang berlangsung secara berkelanjutan.