Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN GURU BK DALAM MENCEGAH PERILAKU SELF-HARM PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH Keysah Ramadian; Yolanda Ayu Kirana; Gusman Lesmana
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i3.2478

Abstract

Self-harming behavior among adolescents is an increasingly alarming mental health issue in secondary schools, both in Indonesia and globally. This article aims to comprehensively examine the role of Guidance and Counseling (BK) teachers in the prevention and management of selfharming behavior in secondary school settings. Using a systematic literature review approach, this study analyzes various relevant scientific sources, including qualitative and quantitative studies, systematic reviews, and meta-analyses published between 2019 and 2024. The results indicate that guidance and counseling teachers occupy a strategic position as the first line of defense in detecting, supporting, and referring students exhibiting self-harming behaviors. Several counseling approaches have proven effective, including behavioral, psychoanalytic, and cognitive-behavioral approaches. However, the effectiveness of school counselors’ role also depends on several supporting factors, such as training, emotional competence, and skills in managing compassion fatigue. Furthermore, collaboration among school counselors, parents, mental health professionals, and the entire school community is a critical prerequisite for creating a comprehensive prevention system. This article offers practical implications
Peran Konseling Perkembangan Dalam Penguatan Regulasi Diri Individu Populasi Khusus Yolanda Ayu Kirana; Keysah Ramadian; Gusman Lesmana
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v3i1.8519

Abstract

Pengaturan diri merupakan landasan mendasar bagi seseorang untuk dapat mengelola perilaku, emosi, dan proses kognitifnya secara mandiri. Namun, bagi individu yang termasuk dalam kelompok khusus seperti siswa berkebutuhan khusus, remaja dengan gangguan pendengaran, penyandang disabilitas intelektual, dan kelompok rentan lainnya kemampuan pengaturan diri ini seringkali tidak berkembang secara optimal akibat dukungan lingkungan yang terbatas atau kurangnya intervensi khusus. Konseling perkembangan muncul sebagai respons terhadap kebutuhan ini, menawarkan pendekatan yang berfokus pada peningkatan potensi daripada sekadar mengatasi masalah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis peran konseling perkembangan dalam memperkuat pengaturan diri di antara individu dari populasi khusus, dengan mendasarkan argumennya pada tinjauan pustaka dari studi empiris yang relevan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap lima belas artikel ilmiah internasional dan nasional yang mencakup berbagai pendekatan konseling, mulai dari konseling kognitif-perilaku, konseling realistis, konseling kelompok berdasarkan kesadaran penuh dan pembelajaran sosial emosional, hingga program intervensi ketahanan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa konseling perkembangan berperan penting dalam meningkatkan kemampuan pengaturan diri, pengaturan emosi, keyakinan diri, dan penetapan tujuan pada kelompok populasi tertentu. Implikasi praktis bagi konselor, pendidik, dan peneliti disajikan dalam bentuk rekomendasi spesifik.