Pengembangan desa wisata berbasis masyarakat memerlukan dukungan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman mengenai hospitality dan pengelolaan usaha akomodasi. Namun, hasil identifikasi kebutuhan di Desa Wisata Bonto Somba, Kabupaten Maros, menunjukkan bahwa masyarakat, pemuda desa, dan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) masih memiliki keterbatasan pengetahuan terkait pelayanan wisata dan pengelolaan usaha akomodasi berbasis potensi lokal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prinsip-prinsip hospitality, pelayanan prima, pengelolaan kamar (housekeeping), serta pengembangan usaha akomodasi dalam mendukung desa wisata. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13–14 Juni 2025 dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri atas masyarakat desa, pemuda lokal, dan anggota Pokdarwis. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, simulasi layanan kamar, dan edukasi pemanfaatan potensi lokal melalui camping ground. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pengalaman belajar yang positif serta memahami pentingnya pelayanan tamu, etika hospitality, pengelolaan homestay, dan pengembangan produk wisata berbasis komunitas. Temuan wawancara menunjukkan bahwa peserta memandang pelatihan sebagai sarana untuk meningkatkan kesiapan mereka dalam berperan sebagai penyedia layanan wisata dan pengelola usaha akomodasi. Kegiatan ini menegaskan bahwa pelatihan hospitality dan pengelolaan usaha akomodasi dapat menjadi strategi pemberdayaan masyarakat yang relevan dalam mendukung pengembangan desa wisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.