Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FENOMENA CHILDFREE DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT MODERN: THE FENOMENA CHILDFREE DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT MODERN Jinan Arwa Ibrahim; Tina Rijmaul Hidayah; Widya Zulfa
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2547

Abstract

Perkembangan zaman dan modernisasi telah mengubah pola pikir masyarakat mengenai konsep keluarga, salah satunya melalui fenomena childfree keputusan sadar pasangan suami istri untuk tidak memiliki keturunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena childfree dari sudut pandang hukum Islam (Masail Fiqhiyah) dan mengidentifikasi dampaknya terhadap struktur sosial masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam, childfree pada dasarnya tidak sejalan dengan maqashid syariah, khususnya aspek hifdzun nasl (menjaga keturunan) dan anjuran eksplisit untuk memperbanyak umat. Kendati demikian, hukum Islam tidak kaku; keputusan ini tidak dapat dihukumi haram secara mutlak, melainkan bersifat kasuistik tergantung pada niat dan udzur syar'i (seperti indikasi medis atau trauma psikologis berat) berdasarkan kaidah sadduz dzari'ah dan dar’ul mafasid. Secara sosial, fenomena ini memicu polarisasi berupa stigma negatif dari penganut nilai tradisional, sekaligus tantangan demografis jangka panjang berupa penurunan angka kelahiran.