Latar belakang: Perkembangan transportasi berbasis aplikasi mendorong peningkatan jumlah driver ojek online dengan tuntutan kerja yang tinggi. Aktivitas mengemudi dalam durasi lama dengan posisi duduk statis dan postur yang kurang ergonomis berpotensi menimbulkan keluhan muskuloskeletal, khususnya neck pain. Namun, hasil penelitian sebelumnya mengenai hubungan durasi mengemudi dengan neck pain masih menunjukkan temuan yang tidak konsisten. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi mengemudi dengan kejadian neck pain pada driver ojek online. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 124 driver ojek online yang direkrut menggunakan teknik consecutive non-random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner durasi mengemudi harian dan instrumen Neck Disability Index (NDI) yang telah tervalidasi dan reliabel. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test dengan bantuan perangkat lunak. Hasil: Mayoritas responden berusia ≤40 tahun (58,1%) dan berjenis kelamin laki-laki (94,4%). Sebagian besar responden memiliki durasi mengemudi melebihi 8 jam per hari (85,5%). Keluhan neck pain paling banyak berada pada kategori ringan (96,8%), sedangkan keluhan sedang ditemukan pada 3,2% responden dan tidak ditemukan keluhan berat. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara durasi mengemudi dan kejadian neck pain (p = 0,470). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara durasi mengemudi dan kejadian neck pain pada driver ojek online. Temuan ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan neck pain perlu mempertimbangkan faktor ergonomi dan karakteristik kerja lainnya sebagai bagian dari promosi kesehatan kerja di masyarakat.