Victor Purnomo
Universitas Internasional Semen Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Inovasi Daun Jeruk Buah Desa Kedungjambe Tuban Sebagai Minyak Atsiri Yuni Kurniati; Izzati Winda Murti; Victor Purnomo; Anni Rahmat; Faizinal Abidin
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 12, No 1: 2026
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pangabdhi.v12i1.31147

Abstract

Jeruk merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat menghasilkan minyak atsiri. Kebutuhan minyak atsiri meningkat seiring dengan kegunaannya yang makin beragam. Di Desa Singgahan, Kabupaten Tuban, produksi jeruk, khususnya varietas Jeruk Sambal, cukup melimpah. Namun, hasil panen sebagian besar hanya dijual dalam bentuk buah segar dan banyak pula yang terbuang karena tidak terserap pasar. Permasalahan ini mendorong pelaksanaan program kemitraan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan pemanfaatan buah jeruk melalui produksi minyak atsiri. Program ini melibatkan kelompok tani sebagai mitra utama dan dilaksanakan melalui pendekatan edukatif berupa penyuluhan, pelatihan teknis, dan demonstrasi pembuatan minyak atsiri secara sederhana. Proses produksi dilakukan dengan metode distilasi untuk mengekstraksi senyawa aromatik dari tanaman jeruk, kemudian dilanjutkan dengan pemisahan minyak atsiri dari pelarut yang digunakan. Hasil distilasi menunjukkan bahwa yield minyak atsiri yang diperoleh mencapai 5,55%, yang menunjukkan bahwa tanaman jeruk, khususnya Jeruk Sambal, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku minyak atsiri. Program ini juga memberikan dampak positif bagi mitra karena mereka terlibat secara langsung dalam proses produksi, sehingga memiliki keterampilan dan pemahaman untuk mengelola produksi secara mandiri.. Dengan demikian, inovasi ini diharapkan dapat membantu mengatasi kelebihan produksi, meningkatkan pendapatan petani, serta memperluas pemanfaatan tanaman lokal menjadi produk bernilai jual tinggi.