Jeruk merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat menghasilkan minyak atsiri. Kebutuhan minyak atsiri meningkat seiring dengan kegunaannya yang makin beragam. Di Desa Singgahan, Kabupaten Tuban, produksi jeruk, khususnya varietas Jeruk Sambal, cukup melimpah. Namun, hasil panen sebagian besar hanya dijual dalam bentuk buah segar dan banyak pula yang terbuang karena tidak terserap pasar. Permasalahan ini mendorong pelaksanaan program kemitraan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan pemanfaatan buah jeruk melalui produksi minyak atsiri. Program ini melibatkan kelompok tani sebagai mitra utama dan dilaksanakan melalui pendekatan edukatif berupa penyuluhan, pelatihan teknis, dan demonstrasi pembuatan minyak atsiri secara sederhana. Proses produksi dilakukan dengan metode distilasi untuk mengekstraksi senyawa aromatik dari tanaman jeruk, kemudian dilanjutkan dengan pemisahan minyak atsiri dari pelarut yang digunakan. Hasil distilasi menunjukkan bahwa yield minyak atsiri yang diperoleh mencapai 5,55%, yang menunjukkan bahwa tanaman jeruk, khususnya Jeruk Sambal, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku minyak atsiri. Program ini juga memberikan dampak positif bagi mitra karena mereka terlibat secara langsung dalam proses produksi, sehingga memiliki keterampilan dan pemahaman untuk mengelola produksi secara mandiri.. Dengan demikian, inovasi ini diharapkan dapat membantu mengatasi kelebihan produksi, meningkatkan pendapatan petani, serta memperluas pemanfaatan tanaman lokal menjadi produk bernilai jual tinggi.