This Author published in this journals
All Journal Jurnal Masyarakat
Sarni Anggoro
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surya Global Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Program edukasi berbasis komunitas dalam peningkatan literasi pencegahan diabetes mellitus untuk mendukung kesehatan jiwa dan reproduksi remaja Bety Agustina Rahayu; Bariana Widitia Astuti; Chanif Kurniasari; Sarni Anggoro; Ahmad Khamid; Tantiana Isnaningsih
Link Jurnal Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): June : Jurnal Masyarakat
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljm.v3i1.176

Abstract

Pendahuluan: Perubahan pola hidup remaja saat ini didominasi oleh ketergantungan digital, pergeseran pola makan, dan tantangan kesehatan mental. Perubahan pola makan remaja ditandai dengan konsumsi makanan tinggi gula. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit Diabetes Mellitus (DM). Selain berdampak pada kondisi metabolik, DM juga berkontribusi terhadap gangguan kesehatan reproduksi dan kesehatan jiwa. Rendahnya literasi kesehatan pada remaja menjadi faktor yang dapat menghambat upaya pencegahan sejak dini. Tujuan: Program ini bertujuan meningkatkan literasi pencegahan Diabetes Mellitus untuk mendukung kesehatan jiwa dan reproduksi remaja melalui pendekatan edukasi berbasis komunitas. Metode: Pelaksanaan melalui tahapan identifikasi masalah, penyusunan materi edukasi, pelaksanaan penyuluhan, diskusi, serta evaluasi. Evaluasi menggunakan kuesioner pengetahuan. Sasaran kegiatan adalah remaja di MA Ibnul Qoyyim sebanyak 35 peserta. Materi yang diberikan meliputi pencegahan DM, pola makan sehat, aktivitas fisik, pengelolaan stres, serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Hasil evaluasi dianalisis menggunakan Analisa deskriptif. Hasil: Hasil menunjukkan ada peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor risiko DM dan perilaku hidup sehat. Hasil sebelum pelaksanaan edukasi, sebagian besar remaja memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (42,9%), sedangkan kategori kurang sebanyak 11 responden (31,4%). Setelah dilakukan program edukasi terjadi peningkatan pengetahuan dalam kategori baik sebanyak 28 responden (80,0%). Kesimpulan: Program edukasi berbasis komunitas menjadi strategi promotif dan preventif yang efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja.