Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDIDIKAN BERBINGKAI MODERASI BERAGAMA DALAM PENGEMBANGAN TEOLOGI TOLERANSI SISWA SMP N 2 PRINGSURAT, KECAMATAN PRINGSURAT, KABUPATEN TEMANGGUNG Fatkhur Rohman; Mukh. Nursikin
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Juni-Juli
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v2i1.217

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural memiliki keberagaman agama, suku, budaya, dan bahasa yang menuntut adanya sikap toleransi untuk menjaga keharmonisan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan berbingkai moderasi beragama dalam pengembangan teologi toleransi siswa di SMP Negeri 2 Pringsurat, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai penerapan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berbingkai moderasi beragama diterapkan melalui proses pembelajaran, pembiasaan sikap toleransi, serta budaya sekolah yang menekankan nilai saling menghormati, kerja sama, dan hidup rukun. Guru berperan sebagai teladan dalam menanamkan sikap moderat dan penghargaan terhadap keberagaman. Penerapan pendidikan tersebut berkontribusi terhadap pengembangan teologi toleransi siswa yang ditunjukkan melalui sikap terbuka, kemampuan menghargai perbedaan, serta kesediaan hidup berdampingan secara damai tanpa membedakan agama maupun latar belakang sosial. Meskipun terdapat hambatan berupa keterbatasan pemahaman siswa mengenai moderasi beragama dan pengaruh lingkungan luar, sekolah terus melakukan pembinaan karakter untuk memperkuat nilai-nilai toleransi. Dengan demikian, pendidikan berbingkai moderasi beragama berperan penting dalam membentuk karakter siswa yang toleran, moderat, dan mampu menciptakan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.
DISEMINASI CIVIC EDUCATION DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 SEMARANG: PERSPEKTIF SOSIOLOGI PENDIDIKAN ERA DIGITAL Agusman; Dea Resti Jivatianto; Fatkhur Rohman; Sa’adi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.15891

Abstract

This study aims to analyze the dissemination process of Civic Education at Madrasah Aliyah Negeri 1 Semarang and to examine the strategic role of the madrasah in fostering digitally responsible citizens. The research employs a qualitative case study approach, with data collected through classroom observations, in-depth interviews with curriculum stakeholders, and document analysis. The findings reveal that the dissemination of civic values at Madrasah Aliyah Negeri 1 Semarang is implemented comprehensively through four primary channels: the integration of civic values into classroom instruction using interactive digital media; the reinforcement of school culture through flag ceremonies, national commemorative events, and religious moderation programs; student organizational activities such as the Student Council (OSIS) and the Scout Movement; and the utilization of digital platforms, including social media and the Learning Management System (LMS). Digital media play a pivotal role in strengthening students’ digital literacy by promoting critical information filtering and the creation of positive digital content. From a sociological perspective, the madrasah functions as an effective agent of socialization, transforming national values into an identity of digital citizenship characterized by intelligence, ethical awareness, and tolerance. The study demonstrates that the synergy between teachers’ exemplary conduct and technological adaptation constitutes the key factor in the successful internalization of civic values in the digital era.