Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENDIDIKAN NILAI DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERKEMBANGAN MORAL PESERTA DIDIK Listiya Mulyani; Mukh. Nursikin
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v4i4.138

Abstract

Penelitian ini dititikberatkan pada implementasi Pendidikan nilai dalam mata pelajaran Akidah Akhlak di MI Maarif Bina Insani Kawedusan Sumowono dan implikasinya terhadap perkembangan moral peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode ini digunakan karena dapat memberikan jawaban permasalahan yang telah ditentukan secara komprehensif. Selanjutnya dengan metode ini akan diperoleh data yang lebih lengkap, mendalam, kredibel dan bermaka. Adapun hasil penelitiannya adalah bahwa pembelajaran Akidah Akhlak di MI Maarif Bina Insani Kawedusan Sumowono diarahkan untuk memperoleh standar kompetensi yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Pembelajaran nilai melalui mata pelajaran Akidah Akhlak memberi dampak bagi perkembangan moralitas peserta didik yang tergambar dalam perilaku keberagamaan mereka. Salah satu indicator yang dapat diukur adalah adanya perubahan dan kemajuan dalam perilaku keberagamaan peserta didik, seperti peningkatan komitmen keberagamaan peserta didik, tumbuhnya kepedulian sosial kepada sesama serta ketaatan dalam menjaga etika pergaulan.
Implementasi Multiple Intelligence Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Tri Ervinasari; Mukh. Nursikin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4654

Abstract

menyeluruh. Peran guru menjadi kunci untuk mengenali dan mengembangkan potensi tersembunyi siswa. Pada penelitian ini membahas mengenai biografi tokoh multiple intelligence, teori multiple intelligence, penerapan multiple intelligence dalam pembelajaran PAI, kelebihan dan kekurangan multiple intelligence. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kepustakaan dengan meninjau, mengkaji, dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber literatur seperti jurnal dan dokumen yang relevan. Konsep ini mendorong guru untuk berinovasi dalam menyusun metode pembelajaran yang fleksibel. Teori oleh Howard gardner mengusulkan bahwa kecerdasan tidak hanya berfokus pada satu tipe saja, Pada gagasannya di buku frame of mind intelegensi ganda adalah kemampuan menyelesaikan masalah dan membuat suatu produk untuk setting yang beraneka ragam dalam kehidupan yang kontekstual. Kecerdasan ini memiliki beberapa jenis yang berbeda diantaranya yaitu kecerdasan linguistik, logis matematika kecerdasan spasial, kecerdasan kinestetik kecerdasan musik kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal kecerdasan naturalistik dan kecerdasan eksistensi
PENDIDIKAN BERBINGKAI MODERASI BERAGAMA DALAM PENGEMBANGAN TEOLOGI TOLERANSI SISWA SMP N 2 PRINGSURAT, KECAMATAN PRINGSURAT, KABUPATEN TEMANGGUNG Fatkhur Rohman; Mukh. Nursikin
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Juni-Juli
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v2i1.217

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural memiliki keberagaman agama, suku, budaya, dan bahasa yang menuntut adanya sikap toleransi untuk menjaga keharmonisan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan berbingkai moderasi beragama dalam pengembangan teologi toleransi siswa di SMP Negeri 2 Pringsurat, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai penerapan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berbingkai moderasi beragama diterapkan melalui proses pembelajaran, pembiasaan sikap toleransi, serta budaya sekolah yang menekankan nilai saling menghormati, kerja sama, dan hidup rukun. Guru berperan sebagai teladan dalam menanamkan sikap moderat dan penghargaan terhadap keberagaman. Penerapan pendidikan tersebut berkontribusi terhadap pengembangan teologi toleransi siswa yang ditunjukkan melalui sikap terbuka, kemampuan menghargai perbedaan, serta kesediaan hidup berdampingan secara damai tanpa membedakan agama maupun latar belakang sosial. Meskipun terdapat hambatan berupa keterbatasan pemahaman siswa mengenai moderasi beragama dan pengaruh lingkungan luar, sekolah terus melakukan pembinaan karakter untuk memperkuat nilai-nilai toleransi. Dengan demikian, pendidikan berbingkai moderasi beragama berperan penting dalam membentuk karakter siswa yang toleran, moderat, dan mampu menciptakan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.
Internalisasi Pendidikan Nilai Melalui Ekosistem Sekolah Adiwiyata Mandiri: Studi Kasus di SMP Negeri 1 Jumo Laili Maftuhah; Mukh. Nursikin
Nasir: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/nasir.v4i1.614

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme internalisasi pendidikan nilai dalam ekosistem Sekolah Adiwiyata Mandiri di SMP Negeri 1 Jumo, Kabupaten Temanggung. Fokus kajian meliputi nilai religiusitas, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kerja sama serta perluasannya menjadi kecerdasan ekologis dan solidaritas sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui observasi partisipatif terhadap praktik lingkungan sekolah, wawancara semi-terstruktur dengan aktor yang terlibat dalam pengelolaan dan pelaksanaan program, serta telaah dokumen kebijakan, kurikulum, dan kegiatan Adiwiyata. Analisis dilakukan secara tematik melalui kondensasi data, pengodean, pemetaan pola, dan verifikasi antarsumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai tidak berlangsung melalui penyampaian moral secara verbal semata, tetapi melalui keselarasan antara kebijakan sekolah, integrasi kurikulum, keteladanan, pembiasaan, partisipasi siswa, dan pengimbasan kepada sekolah mitra. Religiusitas diwujudkan melalui pemaknaan merawat alam sebagai amanah khalifah fi al-ard; tanggung jawab tumbuh melalui pengelolaan sampah dan konservasi sumber daya; kedisiplinan terbentuk melalui rutinitas ekologis yang konsisten; sedangkan kerja sama berkembang menjadi ta'awun melalui proyek kolektif dan kegiatan pengimbasan. Kebaruan penelitian terletak pada formulasi model internalisasi nilai yang bergerak dari pengetahuan moral, penghayatan afektif, tindakan berulang, pembentukan identitas ekologis, hingga agensi sosial. Temuan menegaskan bahwa keberlanjutan Adiwiyata Mandiri memerlukan pendekatan seluruh sekolah yang menyatukan dimensi pedagogis, kultural, spiritual, dan kelembagaan.
Grand Design Pendidikan Nilai Islam Menuju Society 5.0: Model TEP–ADAB untuk Kurikulum dan Ekosistem Digital Nur Itsnaini; Mukh. Nursikin
Nasir: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/nasir.v4i1.616

Abstract

Era Society 5.0 menempatkan teknologi digital sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, tetapi pemanfaatannya dalam pendidikan juga menghadirkan risiko disorientasi nilai, bias algoritmik, pelanggaran privasi, ketergantungan teknologi, dan reduksi relasi pedagogis. Artikel ini bertujuan merumuskan grand design pendidikan nilai Islam yang mampu mengarahkan integrasi teknologi secara human-centered, etis, dan pedagogis. Penelitian menggunakan tinjauan literatur integratif terhadap 38 artikel jurnal ilmiah yang dapat diakses, terutama terbit pada 2020–2025, serta dua karya fondasional pendidikan Islam. Literatur ditelusuri berdasarkan tema Society 5.0, pendidikan nilai Islam, kewargaan digital, etika kecerdasan artifisial, kompetensi digital guru, dan pedagogi transformatif. Data dianalisis melalui pengodean tematik, perbandingan konsep, dan sintesis konseptual. Hasil kajian mengidentifikasi lima tantangan utama, yaitu problem epistemik, etis, relasional, pedagogis, dan struktural. Sebagai respons, artikel ini menawarkan model TEP–ADAB yang mengintegrasikan Technology, Ethics, dan Pedagogy dengan Alignment, Digital Citizenship, Assessment, dan Bi’ah atau ekosistem pendidikan. Model tersebut berlandaskan tauhid, ta’dib, amanah, keadilan, rahmah, dan kemaslahatan; dioperasionalkan melalui kurikulum terintegrasi, pembelajaran reflektif dan berbasis masalah, guru sebagai murabbi digital, asesmen autentik, serta tata kelola kolaboratif sekolah–keluarga–masyarakat–platform. Kontribusi artikel terletak pada perluasan kerangka integrasi teknologi yang tidak hanya menekankan kompetensi teknis-pedagogis, tetapi juga orientasi moral, kewargaan digital, asesmen nilai, dan tata kelola ekosistem. Model ini dapat digunakan sebagai kerangka konseptual untuk merancang kebijakan, kurikulum, pembelajaran, dan evaluasi pendidikan Islam pada era Society 5.0.
Model Konseptual Pembelajaran PAI Taktil-Auditori bagi Peserta Didik Disabilitas Netra: Kajian Pustaka Integratif Aditiya Pratama Masyhuri; Mukh. Nursikin
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i1.1029

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi peserta didik disabilitas netra memerlukan desain yang membuka akses terhadap pengetahuan, praktik ibadah, pengalaman spiritual, dan internalisasi akhlak tanpa bergantung pada informasi visual. Artikel ini bertujuan merumuskan model konseptual pembelajaran PAI taktil-auditori berdasarkan sintesis penelitian tentang PAI inklusif, pedagogi disabilitas netra, pembelajaran multisensori, Braille, teknologi bantu, dan Universal Design for Learning. Kajian menggunakan pendekatan pustaka integratif. Literatur ditelusuri melalui portal jurnal nasional dan internasional, DOAJ, PubMed/PMC, SpringerLink, ScienceDirect, Frontiers, dan Google Scholar; prioritas diberikan pada artikel ilmiah 2021–2026 yang dapat diakses melalui DOI atau laman penerbit, dengan beberapa sumber fondasional yang tetap dipertahankan. Sebanyak 34 artikel dianalisis melalui identifikasi konsep, pengodean tematik, perbandingan temuan, dan sintesis argumentatif. Hasil kajian menghasilkan lima komponen model: asesmen akses belajar; konkretisasi materi PAI; integrasi taktil-auditori; aktivitas, pembiasaan, dan refleksi; serta evaluasi holistik dan tindak lanjut yang ditopang kolaborasi ekosistem. Pendekatan taktil mengonkretkan bentuk, urutan, posisi, dan gerak, sedangkan pendekatan auditori memperjelas instruksi, bacaan, makna, dan refleksi. Integrasi keduanya mendukung akses kognitif, kemandirian ibadah, perkembangan afektif, dan partisipasi sosial. Model ini menawarkan kerangka operasional bagi guru PAI, tetapi masih memerlukan pengujian empiris pada sekolah khusus dan sekolah inklusif.