Suryani Eka Mustika
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN HASIL SITOLOGI BIOPSI ASPIRASI JARUM HALUS PADA BENJOLAN LEHER DI RS SRI PAMELA TEBING TINGGI TAHUN 2021-2025: THE RESULTS OF FINE NEEDLE ASPIRATION BIOPSY CYTOLOGY ON NECK LUMPS AT SRI PAMELA TEBING TINGGI HOSPITAL IN 2021-2025 Suryani Eka Mustika
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1100

Abstract

Diagnosa benjolan di leher memiliki kendala tersendiri karena adanya beberapa organ di leher. Kasus peradangan seperti tuberkulosa maupun keganasan yang bermanifestasi pada leher semakin meningkat. Pemeriksaan sitologi leher yang direkomendasikan untuk diagnostik pra bedah yaitu biopsi aspirasi jarum halus. Pemeriksaan ini minim resiko dan dapat memberikan hasil diagnosa lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil sitologi biopsi aspirasi jarum halus benjolan leher pasien Rumah Sakit Sri Pamela dari tahun 2021-2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode total sampling kasus di Patologi Anatomi dari Januari 2021- Desember 2025. Benjolan pada leher berjumlah 234 kasus berasal dari kelenjar getah bening yaitu sebanyak 116 kasus (50%), kelejar liur 10 kasus (4%), jaringan lunak 22 kasus (9%), Kelenjar tiroid 65 kasus (28%), dan organ lainya 21 kasus (9%). Hasil sitologi jinak yaitu 217 kasus (92,7%), sedangkan ganas 17 kasus (7,3%). Jenis diagnosa sitologi paling banyak yaitu limfadenitis TB yaitu sebanyak 56 kasus (20%). Jumlah Kasus keganasan didapati dari metastase 12 kasus (5,3%) dan keganasan dari tiroid 5 kasus (2,14%). Kesimpulan penelitian adalah benjolan yang paling banyak dijumpai pada leher adalah limfadenitis tuberkulosis. Kasus keganasan terbanyak adalah metastasis karsinoma dan colloid goiter adalah tumor jinak terbanyak.
Snack Bar Fortification with Catfish, Green Beans, and Pumpkin as a Self-Enterprise Innovation for Pregnant Women in the KEK program under the Stunting Prevention Movement in Tualang Village Serdang Bedagai Regency Ahmad Fadli; Emma Novirsari; Suryani Eka Mustika; Vivi Asfianti; Denny Satria; Alfi Sapitri; Syukur Berkat Waruwu
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v7i1.6367

Abstract

Abstract: The high number of cases of Chronic Energy Deficiency (CED) is linked to several causes, such as low-income levels and unstable employment (poverty), which result in families' inability to meet the nutritional needs of pregnant women. Low education levels affect the thinking and understanding of pregnant women regarding the importance of nutrition during pregnancy, as well as the limited access to quality healthcare services, including antenatal care facilities, which can lead to delays in the early detection and treatment of CED. This condition needs immediate intervention to anticipate the long-term impacts that can result in risks for both the mother and the newborn who do not receive adequate nutrition. To address this issue, it is necessary to implement a Stunting Prevention Movement program, which includes the provision of supplementary feeding (PMT), education on stunting and balanced nutrition, assistance with entrepreneurship training, and business simulations with a relevant theme.