Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa kelas V pada mata pelajaran IPA di SD Muhammadiyah 1 Limboto. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi siswa kelas V, guru kelas, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa masih berada pada kategori belum optimal, terutama pada aspek analisis, evaluasi, dan inferensi. Siswa cenderung mampu memahami konsep secara dasar, namun mengalami kesulitan dalam mengaitkan konsep dengan fenomena kontekstual, menyusun argumen logis, serta menarik kesimpulan berbasis bukti. Kondisi ini dipengaruhi oleh dominasi metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurangnya penerapan strategi pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis eksperimen dan diskusi kelompok dapat meningkatkan partisipasi serta kemampuan analisis siswa. Oleh karena itu, diperlukan transformasi pendekatan pembelajaran menuju model yang lebih kontekstual, interaktif, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi guru dalam merancang pembelajaran IPA yang tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep, tetapi juga pada pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa sejak dini.