Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar anak tunagrahita ringan yang ditunjukkan melalui kurangnya perhatian saat pembelajaran, mudah bosan, sulit berkonsentrasi, dan rendahnya rasa percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam meningkatkan motivasi belajar anak tunagrahita ringan melalui pendekatan individual di SLB PGRI Kamal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru kelas yang mengajar siswa tunagrahita ringan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan pendekatan individual dengan menyesuaikan metode pembelajaran, penggunaan media, bahasa, serta bentuk pendampingan sesuai karakteristik masing-masing siswa. Guru menggunakan media konkret, pengulangan materi, tugas bertahap, permainan edukatif, dan penguatan positif berupa pujian serta motivasi verbal untuk meningkatkan semangat belajar siswa. Pendekatan tersebut mampu meningkatkan perhatian, keaktifan, rasa percaya diri, dan kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Namun, pelaksanaan pendekatan individual masih menghadapi hambatan, seperti keterbatasan konsentrasi siswa, kondisi emosi yang mudah berubah, perbedaan kemampuan siswa dalam satu kelas, keterbatasan media pembelajaran, serta kurangnya dukungan orang tua dalam mendampingi belajar di rumah. Dengan demikian, pendekatan individual dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar anak tunagrahita ringan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.