Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan layanan pendidikan bagi anak tunarungu di SLB Negeri Keleyan Bangkalan yang meliputi proses identifikasi dan asesmen awal, peran dan metode guru dalam pembelajaran, pemanfaatan media pendukung, serta program pengembangan life skills dan keterampilan vokasional siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam bersama kepala sekolah dan guru, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah menerapkan layanan pendidikan komprehensif dan fleksibel berbasis Kurikulum Merdeka yang diawali dengan identifikasi serta asesmen awal untuk memetakan penempatan kelas sesuai hambatan dominan siswa. Proses pembelajaran menggunakan metode Komunikasi Total (Komtal) yang memadukan bahasa isyarat, oral, membaca ujaran (lip reading), dan metode maternal reflektif. Pembelajaran didukung oleh fasilitas multisensorial seperti panggung getar, media audio, dan alat musik untuk melatih kepekaan mendengar/getaran, serta media wicara (cermin, madu, lilin) untuk melatih artikulasi. Sekolah juga memfasilitasi kerja sama dengan psikolog, terapis, dan penyediaan kamus isyarat bagi orang tua demi kesinambungan belajar di rumah. Selain aspek akademik, kemandirian siswa secara konsisten dibangun melalui program life skills mingguan (tata boga, cuci motor, kesenian) serta kegiatan outing class dua kali setahun untuk melatih adaptasi sosial. Dapat disimpulkan bahwa layanan pendidikan bagi anak tunarungu di sekolah ini telah dilaksanakan secara menyeluruh, berpusat pada anak, dan terintegrasi dengan berbagai pihak profesional guna mengoptimalkan potensi serta kemandirian siswa secara akademik maupun non-akademik.