Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS KENDALA GURU DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR Luluk Mauliddiyah; Marsha Aulia; Arifatin Rosichah Rahmadani; Nadia Putri; Siti Salamah; Nova Estu Harsiwi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4769

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan sistem pendidikan yang memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk belajar bersama peserta didik reguler di sekolah umum. Dalam pelaksanaannya, guru memiliki peran penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang ramah dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Namun, implementasi pendidikan inklusif di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala guru dalam implementasi pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru kelas di SDN Keleyan 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah tersebut termasuk dalam kategori slow learner dengan karakteristik kesulitan membaca, menulis, kurang percaya diri, dan cenderung pendiam. Kendala yang dihadapi guru meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, tidak adanya Guru Pendamping Khusus (GPK), serta kesulitan dalam mengelola kelas heterogen. Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala tersebut yaitu melalui pendekatan personal, tutor sebaya, program remedial, pemberian motivasi, serta penyesuaian tingkat kesulitan tugas sesuai kemampuan peserta didik.
EKSPLORASI LAYANAN PENDIDIKAN ANAK TUNARUNGU DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN DAN KEMANDIRIAN DI SLB NEGERI KELEYAN BANGKALAN Citra Hanum Eka Pratiwi; Istihana Hoiris Zuhro; Sabrina Maghfirli Islami; Dea Alya Agustina; Amanda Elsa Syafila; Nova Estu Harsiwi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan layanan pendidikan bagi anak tunarungu di SLB Negeri Keleyan Bangkalan yang meliputi proses identifikasi dan asesmen awal, peran dan metode guru dalam pembelajaran, pemanfaatan media pendukung, serta program pengembangan life skills dan keterampilan vokasional siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam bersama kepala sekolah dan guru, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah menerapkan layanan pendidikan komprehensif dan fleksibel berbasis Kurikulum Merdeka yang diawali dengan identifikasi serta asesmen awal untuk memetakan penempatan kelas sesuai hambatan dominan siswa. Proses pembelajaran menggunakan metode Komunikasi Total (Komtal) yang memadukan bahasa isyarat, oral, membaca ujaran (lip reading), dan metode maternal reflektif. Pembelajaran didukung oleh fasilitas multisensorial seperti panggung getar, media audio, dan alat musik untuk melatih kepekaan mendengar/getaran, serta media wicara (cermin, madu, lilin) untuk melatih artikulasi. Sekolah juga memfasilitasi kerja sama dengan psikolog, terapis, dan penyediaan kamus isyarat bagi orang tua demi kesinambungan belajar di rumah. Selain aspek akademik, kemandirian siswa secara konsisten dibangun melalui program life skills mingguan (tata boga, cuci motor, kesenian) serta kegiatan outing class dua kali setahun untuk melatih adaptasi sosial. Dapat disimpulkan bahwa layanan pendidikan bagi anak tunarungu di sekolah ini telah dilaksanakan secara menyeluruh, berpusat pada anak, dan terintegrasi dengan berbagai pihak profesional guna mengoptimalkan potensi serta kemandirian siswa secara akademik maupun non-akademik.
Peran Guru Kelas dalam Menangani Hambatan Belajar Siswa Slow Learner pada kelas Inklusif Tanpa Guru Pendamping Khusus di Sekolah Dasar Imelda Eka Ainurramadhani; Anil Fahrizin Asrulloh; Mauludina Setyowati; Sofi Khonisatur Rohmah; Nova Estu Harsiwi
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4412

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru kelas dalam menangani hambatan belajar peserta didik slow learner pada kelas inklusif tanpa Guru Pendamping Khusus (GPK) di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus di UPTD SDN Banyuajuh 5. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik slow learner mengalami kesulitan memahami materi, terutama pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung sehingga memerlukan pengulangan materi, instruksi sederhana, dan pendampingan intensif. Guru kelas berperan dalam menciptakan pembelajaran adaptif melalui penyederhanaan materi, penyesuaian tugas, penggunaan bahasa sederhana, pengulangan materi, serta media konkret. Guru juga memberikan motivasi dan pendampingan emosional untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, banyaknya jumlah peserta didik, minimnya fasilitas pendukung, dan kurangnya pelatihan pendidikan inklusif. Oleh karena itu, diperlukan dukungan sekolah, peningkatan kompetensi guru, dan kerja sama dengan orang tua.
Strategi Komunikasi Kolaboratif Guru dan Orang Tua dalam Implementasi Program ADL (Aktivitas Harian) pada Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Samudera Terra Athena Titania Salsabela A.; Dini Latifah Damayanti; Ardita Julianti; Musfithah Sari; Pratita Fitrotus Sabilillah; Nova Estu Harsiwi
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.6108

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi kolaboratif antara guru dan orang tua dalam implementasi program Activity of Daily Living (ADL) pada anak berkebutuhan khusus di SLB Samudera Terra Athena, sekaligus mengidentifikasi faktor penyebab kesenjangan antara informasi guru dengan respons orang tua di rumah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi terhadap satu guru kelas dan tiga orang tua peserta didik (orang tua Vika, Fairuz, dan Habib). Hasil penelitian mengungkap dua temuan utama. Pertama, komunikasi guru dan orang tua telah terjalin namun belum mencapai kualitas kolaboratif yang sesungguhnya; guru bersikap proaktif sementara orang tua masih pasif dan reaktif. Kedua, kesenjangan penerapan ADL antara sekolah dan rumah disebabkan oleh empat faktor: ketidakpahaman orang tua terhadap panduan guru, pola pikir pengasuhan konvensional, kelelahan pengasuhan (caregiver burnout), dan minimnya akses terhadap pengetahuan serta dukungan praktis. Penelitian merekomendasikan transformasi komunikasi dari pola informatif satu arah menuju model partisipatif dua arah, didukung pelatihan praktis dan pembentukan kelompok dukungan orang tua demi keberhasilan program ADL secara berkesinambungan
STRATEGI DAN PENDEKATAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK ADHD DI SLB SAMUDRA TERRA ATHENA Izzatul Maulidha Rama Dhani; Silvi Milata Saliana; Nanda Octavia Ramadhani; Nurul Hayati; Nova Estu Harsiwi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11787

Abstract

ABSTRACT Children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) often experience difficulties in maintaining attention, are easily distracted, and display hyperactive behavior, requiring appropriate learning strategies to enhance their learning motivation. This study aims to describe teachers’ strategies and approaches in improving the learning motivation of children with ADHD at SLB Samudra Terra Athena. This research employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with teachers who work directly with students with ADHD and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that teachers implemented engaging and interactive learning strategies through the use of visual media, educational games, instructional videos, and hands-on activities tailored to students’ needs. The learning approach was conducted individually through an Individualized Education Program (IEP). The main challenges faced by teachers included students’ difficulty in maintaining focus, hyperactive behavior, and rapid emotional changes. To address these challenges, teachers provided individual assistance, delivered simple and clear instructions, and collaborated closely with parents. The study found that student-centered strategies and approaches effectively enhanced learning motivation, as indicated by improvements in attention, participation, compliance with instructions, and task completion. Therefore, individualized and adaptive learning plays a crucial role in improving the learning motivation of children with ADHD. ABSTRAK Anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) memiliki kesulitan memusatkan perhatian, mudah terdistraksi, dan menunjukkan perilaku hiperaktif sehingga memerlukan strategi pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi dan pendekatan guru dalam meningkatkan motivasi belajar anak ADHD di SLB Samudra Terra Athena. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru yang menangani siswa ADHD dan dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembelajaran yang menarik dan interaktif melalui media visual, permainan edukatif, video pembelajaran, serta praktik langsung yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Pendekatan pembelajaran dilakukan secara individual melalui Program Pembelajaran Individual (PPI). Hambatan yang dihadapi meliputi kesulitan fokus, perilaku hiperaktif, dan perubahan emosi siswa. Untuk mengatasinya, guru memberikan pendampingan individual, instruksi yang sederhana dan jelas, serta bekerja sama dengan orang tua. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi dan pendekatan yang berpusat pada kebutuhan individu siswa mampu meningkatkan motivasi belajar yang ditandai dengan meningkatnya fokus, partisipasi, kepatuhan terhadap instruksi, dan penyelesaian tugas. Dengan demikian, pembelajaran individual dan adaptif berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar anak ADHD.
ANALISIS STRATEGI GURU KELAS DALAM MENGHADAPI SISWA SLOW LEARNER DI KELAS V SDN KELEYAN 2 Hardiana Hardiana; Alvina Hidayati; Mid’hat Hidayat; Echa Rany Rafika Sari; Novatul Hasanah; Nova Estu Harsiwi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11835

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the presence of slow learner students in elementary schools who experience difficulties in achieving learning competencies, particularly in literacy and numeracy skills. This condition requires the implementation of learning strategies that are tailored to students’ characteristics and needs to optimize the learning process. The purpose of this study was to describe the learning strategies employed by classroom teachers in teaching slow learner students in Grade V at SDN Keleyan 2. This research adopted a qualitative approach with a descriptive design. The participants consisted of one Grade V teacher and two slow learner students who had been identified as experiencing difficulties in reading, comprehending learning materials, and performing arithmetic calculations. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis, and were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the teacher implemented several learning strategies, including repeated explanations using simple language, peer tutoring, the use of engaging and interactive learning media, and intensive individualized guidance. These strategies helped slow learner students improve their understanding of learning materials, participation in classroom activities, and overall engagement in the learning process. The study concludes that adapting learning strategies to the characteristics of slow learner students contributes positively to their learning participation and academic development in elementary school settings. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan siswa slow learner di sekolah dasar yang mengalami kesulitan dalam mencapai kompetensi pembelajaran, terutama pada aspek literasi dan numerasi. Kondisi tersebut menuntut penerapan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa agar proses belajar dapat berlangsung secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran yang diterapkan guru kelas dalam menangani siswa slow learner di kelas V SDN Keleyan 2. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Partisipan penelitian terdiri atas satu guru kelas V dan dua siswa slow learner yang telah diidentifikasi mengalami hambatan belajar pada kemampuan membaca, memahami materi, dan berhitung. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan guru meliputi pemberian penjelasan secara berulang dengan bahasa sederhana, penggunaan tutor sebaya, pemanfaatan media pembelajaran yang menarik dan interaktif, serta pemberian bimbingan individual secara intensif. Strategi tersebut membantu siswa slow learner meningkatkan pemahaman materi, kemampuan mengikuti kegiatan pembelajaran, dan partisipasi dalam proses belajar di kelas. Temuan ini menunjukkan bahwa penyesuaian strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik siswa slow learner berkontribusi positif terhadap keterlibatan dan perkembangan kemampuan belajar mereka di sekolah dasar.
IMPLEMENTASI LAYANAN PENDIDIKAN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS “SLOW LEARNER” DI SLB SAMUDRA LAVENDER Ramzi Al Bani Thariq; Putri Prihandini Agustin; Hesti Wahyu Widayanti; Mahsa Kamilah; Nova Estu Harsiwi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11528

Abstract

ABSTRACT Slow learners are children with special educational needs who require learning services tailored to their abilities and characteristics. Their slower learning pace often creates challenges in achieving optimal academic outcomes. This study aimed to analyze the implementation of educational services for slow learner students at Lavender Ocean Special School. The study employed a qualitative approach with a case study design. Research participants were selected through purposive sampling and consisted of classroom teachers who directly handled slow learner students. Data were collected through in-depth interviews and classroom observations, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. Data validity was ensured through technique triangulation by comparing interview and observation results. The findings revealed that slow learner students were grouped according to their ability levels and received learning support through direct instruction, modeling, and individualized assistance. Teachers also utilized contextual approaches and concrete learning media to facilitate students’ understanding. Learning evaluation was conducted through diagnostic, formative, and summative assessments integrated with Individualized Education Programs (IEPs). The main challenges included diverse student abilities within the same classroom, limited learning facilities, and the need for intensive guidance. Collaboration between teachers and parents played a crucial role in addressing these challenges. The study concludes that educational services that are flexible, concrete, and oriented toward individual student needs are essential for supporting the learning success of slow learner students in special education settings. ABSTRAK Anak slow learner memerlukan layanan pendidikan yang disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik belajarnya karena mengalami hambatan dalam memahami materi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus slow learner di SLB Samudra Lavender. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah guru kelas yang menangani peserta didik slow learner dan dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi kelas, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan pendidikan dilaksanakan melalui pengelompokan peserta didik berdasarkan tingkat kemampuan, penggunaan metode instruksi langsung, modelling, pendampingan individual, serta pemanfaatan media konkret dan pendekatan kontekstual. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif yang dipadukan dengan Program Pembelajaran Individual. Kendala yang dihadapi meliputi heterogenitas kemampuan peserta didik, keterbatasan sarana pembelajaran, dan tingginya kebutuhan pendampingan. Untuk mengatasinya, guru menjalin kerja sama dengan orang tua dalam mendukung proses belajar anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa layanan pendidikan yang fleksibel, konkret, dan berorientasi pada kebutuhan individu berperan penting dalam mendukung keberhasilan belajar anak slow learner di SLB.
ANALISIS HAMBATAN BELAJAR PADA SISWA SLOW LEARNER DI KELAS IV SDN BANYUAJUH 5 BANGKALAN Indahsari Indahsari; Jesika Yulianti; Anisa Nur Fadila; Putri Aulia Maharani; Nova Estu Harsiwi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12291

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by differences in students’ learning abilities in the classroom, which cause some students, particularly slow learners, to experience difficulties in following the learning process optimally. This condition requires teachers’ attention to ensure that students’ learning needs are adequately met. The study aims to analyze the learning barriers experienced by slow learner students in Grade IV at SDN Banyuajuh 5 Bangkalan. This research employs a qualitative approach with a descriptive design. The subject of the study is the Grade IV classroom teacher, while the object of the study is the learning barriers experienced by these students. Data collection techniques were conducted through interviews and documentation. The research procedure includes data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman model to obtain a systematic and in-depth understanding of the research conditions. The results show that slow learner students experience difficulties in reading and writing, understanding learning materials, low concentration, health-related barriers in the form of a history of epilepsy, and difficulties in following classroom instruction. These conditions cause students to require more time than their peers in understanding material and completing tasks. Teachers address these challenges through individual approaches, repetition of materials, simplified instruction, and intensive guidance. Thus, it can be concluded that the learning barriers experienced by slow learner students are academic, cognitive, and health-related in nature, requiring adaptive learning strategies. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan kemampuan belajar siswa di kelas yang menyebabkan sebagian siswa, khususnya slow learner, mengalami hambatan dalam mengikuti pembelajaran secara optimal. Kondisi ini menuntut perhatian guru agar kebutuhan belajar siswa tetap terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan belajar siswa slow learner di kelas IV SDN Banyuajuh 5 Bangkalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas IV, sedangkan objek penelitian adalah hambatan belajar siswa tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman untuk memperoleh gambaran yang sistematis dan mendalam mengenai kondisi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa slow learner mengalami hambatan membaca dan menulis, kesulitan memahami materi, rendahnya konsentrasi, hambatan kesehatan berupa riwayat epilepsi, serta kesulitan mengikuti pembelajaran di kelas. Kondisi ini membuat siswa membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan siswa lain dalam memahami materi dan menyelesaikan tugas. Guru mengatasi hambatan tersebut melalui pendekatan individual, pengulangan materi, penyederhanaan penyampaian, serta bimbingan intensif. Dengan demikian, hambatan belajar siswa slow learner bersifat akademik, kognitif, dan kesehatan sehingga memerlukan strategi pembelajaran yang adaptif.
Pengembangan Game Edukasi Galoris-x Pada Materi Perkalian Kelas IV SDN Morombuh 1 Bangkalan Nor Aida Amalia Putri; Nova Estu Harsiwi
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August (Inpres)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2763

Abstract

This study aims to develop a valid, practical, and effective galoris-x educational game learning media for the multiplication of whole numbers up to 100 for fourth-grade students of SDN Morombuh 1. This study uses the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, & Evaluation) research model. This study is motivated by the low learning outcomes of students on the multiplication material of 67 who have not reached the KKTP set at 70, and also learning that is still monotonous and uses lecture methods and does not use learning media. The validity of the product is obtained from the media expert validator obtaining a percentage of 94% (very valid), learning material experts 82.2% (very valid), and learning design experts and 96% (very valid). The practicality of the developed galoris-x educational game media is stated to be practical as assessed from the results of the teacher response questionnaire showing a percentage of 98% with a very practical category, and the student response questionnaire showing a percentage of 97.7% with a very practical category. The effectiveness of the Galoris-X educational game media has been declared effective based on the observation results of teacher and student activities during 2 meetings, meeting 1 teacher activity obtained 90% (very effective), student activity 89.5% (very effective). Meeting 2 teacher activity obtained 95% (very effective), student activity 93% (very effective). Learning outcomes based on the paired sample t test obtained a result of 0.000. <0.05 and a sig value of 15.199> 2.145 so that Ho is rejected Ha is accepted there is a difference between the scores of fourth grade students of SDN Morombuh 1 on multiplication material before and after learning using the Galoris-X educational game.
PERAN STRATEGIS GURU DALAM MENGOPTIMALKAN PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR KAMAL 1 Audita Hani Wiajaya Putri; Tia Izzatul Awalia; Yasmin Mumtaz Tsabitah; Mei Ika Ramawati; Nova Estu Harsiwi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis guru dalam mengoptimalkan proses pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah dasar inklusif, khususnya di SDN Kamal 1. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi pustaka. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas 1, terutama dua peserta didik berkebutuhan khusus kategori slow learner yang mengalami hambatan dalam berbicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan inklusif masih menghadapi berbagai hambatan, seperti rendahnya pemahaman orang tua, adanya stigma masyarakat terhadap ABK, keterbatasan sarana dan prasarana, belum tersedianya guru pendamping khusus (GPK), serta minimnya pelatihan bagi tenaga pendidik. Untuk mengatasi kondisi tersebut, guru menerapkan strategi pembelajaran yang adaptif dan fleksibel melalui pembelajaran berdiferensiasi, pendekatan individual, tutor sebaya, serta observasi harian guna menyesuaikan proses pembelajaran dan penilaian dengan kebutuhan peserta didik. Penilaian pada ABK dilakukan dengan indikator keberhasilan yang disesuaikan berdasarkan kemampuan masing-masing siswa. Temuan penelitian menegaskan bahwa guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, responsif, dan penuh empati terhadap keberagaman peserta didik sehingga potensi anak berkebutuhan khusus dapat berkembang secara optimal meskipun di tengah berbagai keterbatasan.