Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Pendidikan Islam Dalam Menanamkan Nilai Akhlakul Karimah Pada Peserta Didik Di Era Globalisasi Di Sd Negeri 18 Kalosi Asran Asran; Zamri Zamri; Hasmi Hasmi; Hasriyanti Mandalika Hasan; Amaluddin Amaluddin
Jurnal Kajian Pendidikan dan Cakrawala Pembelajaran Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jakap.v1i4.547

Abstract

The era of globalization and the development of digital technology have had a significant impact on the character formation of students, especially in elementary schools. This study aims to analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) in instilling noble moral values ​​in students at SD Negeri 18 Kalosi through learning, teacher role models, religious habits, and collaboration between schools, families, and the community. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques were carried out through observation, semi-structured interviews, and documentation, which were then analyzed using the Miles and Huberman model through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that Islamic Religious Education has a strategic role as a pillar of student moral formation through the integration of religious values ​​into learning and school activities. Teachers act as role models by displaying behavior in accordance with Islamic teachings, thus becoming moral models for students. School programs such as the Dhuha prayer, Al-Quran recitation, and Friday Blessings provide practical space for students to cultivate noble moral values. However, the biggest challenges arise from the influence of digital media, inconsistent mentoring at home, and limited parental collaboration. This study concludes that sustainable implementation of Islamic Religious Education (PAI), supported by collaboration between families and the community, is essential for maintaining students' character amidst global developments. This research contributes to strengthening the practice of Islamic character education in elementary schools in response to social and cultural changes in the digital era.
Inovasi Pembelajaran PAI Berbasis Teknologi di Sekolah Dasar Muhammad Ikhwan Ahmad; Jumawati Jumawati; Usnul Lestari; Amaluddin Amaluddin
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 5 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i5.537

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan peluang besar bagi peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya di jenjang Sekolah Dasar (SD). Inovasi pembelajaran berbasis teknologi tidak hanya memfasilitasi proses belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, tetapi juga mampu memperkuat internalisasi nilai-nilai agama pada peserta didik melalui media yang sesuai dengan karakteristik generasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk inovasi pembelajaran PAI berbasis teknologi di SD, mengidentifikasi strategi guru dalam implementasinya, serta menganalisis efektivitasnya terhadap motivasi dan pemahaman siswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai hasil penelitian terdahulu, artikel ilmiah, dan buku yang relevan terkait pembelajaran PAI dan teknologi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran PAI berbasis teknologi mencakup penggunaan multimedia interaktif, video pembelajaran, aplikasi digital seperti Kahoot, Wordwall, dan Quizizz, serta platform Learning Management System (LMS). Selain itu, integrasi teknologi memungkinkan guru mengembangkan metode gamifikasi, blended learning, dan pembelajaran berbasis proyek digital. Implementasi inovasi teknologi terbukti meningkatkan minat belajar, mempercepat pemahaman konsep, serta membantu siswa mengaplikasikan nilai-nilai keagamaan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Namun, tantangan seperti keterbatasan sarana, kesiapan guru, dan pengawasan penggunaan perangkat tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi digital guru PAI serta dukungan sekolah dalam menyediakan infrastruktur teknologi yang memadai.
Moderasi Beragama sebagai Pilar Pendidikan Karakter di SDN 158 Mundan Abd. Rahman Saleh; Sukriati Sukriati; Muhammad Afit Imran; Amaluddin Amaluddin
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 5 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i5.538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi moderasi beragama sebagai pilar pendidikan karakter di SDN 158 Mundan. Moderasi beragama dipahami sebagai pendekatan yang menekankan keseimbangan antara praktik religius dan penghargaan terhadap keberagaman, sekaligus membentuk nilai toleransi, empati, kerja sama, dan tanggung jawab sosial siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus, melibatkan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dan siswa sebagai informan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui triangulasi sumber, metode, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan strategi pembelajaran yang sistematis dan kontekstual, seperti diskusi kelompok, proyek kreatif, cerita teladan, pertanyaan reflektif, dan simulasi situasi nyata. Strategi ini memungkinkan siswa menginternalisasi nilai moderasi secara alami, mengaitkan materi PAI dengan pengalaman pribadi, dan membentuk perilaku inklusif serta toleran. Integrasi moderasi beragama dalam materi akidah, akhlak, dan ibadah memperkuat pemahaman siswa terhadap relevansi nilai toleransi dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan nyata. Dampak positif terlihat dari peningkatan sikap toleran, kerjasama, empati, dan kemampuan mengendalikan emosi dalam interaksi sosial. Budaya sekolah yang mendukung inklusivitas dan kerjasama menjadi faktor penting dalam memperkuat internalisasi nilai moderasi. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter berbasis moderasi beragama dapat diterapkan secara efektif di sekolah dasar, menghasilkan fondasi perilaku sosial yang harmonis, inklusif, dan adaptif bagi siswa
Model Pendidikan Karakter Berbasis Adab dan Kearifan Lokal : Studi Komparatif Implementasi Nilai-Nilai Islam-Nusantara di SD Negeri 76 Kasambi Neneng Julianah; Amaluddin Amaluddin; Dadang Sumarna
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 6 (2026)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i6.569

Abstract

Pendidikan karakter berbasis adab dan kearifan lokal merupakan pendekatan strategis dalam membangun kepribadian peserta didik yang berakar pada nilai budaya dan religius masyarakat Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif model pendidikan karakter berbasis adab dan kearifan lokal melalui perspektif nilai-nilai Islam-Nusantara serta relevansinya dalam konteks pendidikan dasar, khususnya di SD Negeri 76 Kasambi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional terakreditasi, buku referensi, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema pendidikan karakter, adab, kearifan lokal, dan Islam-Nusantara. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis adab menitikberatkan pada pembentukan akhlak mulia melalui keteladanan, pembiasaan, dan integrasi nilai dalam pembelajaran. Sementara itu, kearifan lokal berfungsi sebagai media kontekstual yang memperkuat internalisasi nilai karakter melalui tradisi, norma sosial, dan budaya lokal yang hidup di masyarakat. Nilai-nilai Islam-Nusantara, seperti moderasi, toleransi, gotong royong, dan penghormatan terhadap tradisi, menjadi jembatan harmonis antara ajaran Islam dan budaya lokal. Implementasi model ini di SD Negeri 76 Kasambi berpotensi memperkuat karakter religius, sosial, dan nasionalisme siswa secara holistik. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi adab, kearifan lokal, dan nilai Islam-Nusantara merupakan model pendidikan karakter yang relevan, kontekstual, dan berkelanjutan untuk pendidikan dasar di Indonesia.