Pengendalian hama pada tanaman terung merupakan hal terpenting dalam budidaya agar mendapatkan hasil panen yang optimal. Permasalahan yang sering dihadapi yaitu penggunaan pestisida kimia yang menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan, sehingga diperlukan alternatif berupa pestisida nabati. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji efektivitas campuran ekstrak daun belimbing wuluh, daun sirih, dan kulit jengkol untuk mengendalikan hama kutu daun pada tanaman terung ungu. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Laboratorium Agens hayati Cibubur dengan rentang waktu pada bulan Februari sampai Mei 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) Non Faktorial yaitu suatu rancangan yang hanya ada satu faktor untuk diteliti. Satu faktor yang digunakan yaitu pemberian pestisida nabati ekstrak daun belimbing wuluh, daun sirih, dan kulit jengkol pada tanaman terung ungu. Terdapat 5 perlakuan yaitu pemberian pestisida nabati dengan konsentrasi 10%, 30%, 50%, 70% dan kontrol tanpa pestisida. Hasil penelitian menunjukan bahwa hama utama yang dijumpai di lapangan yaitu kutu daun (Aphis gossypii). Pemberian pestisida nabati dengan konsentrasi 70% menunjukkan intensitas serangan kutu daun yang terendah. Berdasarkan hal tersebut, pestisida nabati ekstrak daun belimbing wuluh, daun sirih, dan kulit jengkol dengan konsentrasi 70% berpotensi menjadi alternatif ramah lingkungan dalam menekan intensitas serangan hama kutu daun pada tanaman terung ungu. Temuan ini mendukung pengembangan sistem pertanian berkelanjutan yang dapat diterapkan di lahan terbuka maupun lingkungan terkontrol seperti greenhouse.