Kebutuhan pangan terhadap komoditas padi terus meningkat sehingga mendorong upaya peningkatan produksi. Namun, keberadaan serangga, khususnya jenis hama, masih menjadi salah satu kendala dalam budidaya padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keragaman, dominansi, dan peranan serangga pada ekosistem pertanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada fase generatif tanaman, yakni pada November 2024 hingga Januari 2025, di areal persawahan Desa Bangkaloa, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan metode purposive sampling. Pengambilan data dilakukan selama 14 hari menggunakan perangkap yellow trap dan light trap yang dipasang pada enam titik pengamatan dengan jarak antarperangkap 15 meter. Serangga yang terperangkap diidentifikasi berdasarkan morfologi tubuh untuk menentukan jenis, peranan ekologis, serta nilai indeks keragaman Shannon-Wiener dan dominansi Simpson. Sebanyak 19.209 ekor serangga berhasil dikumpulkan, terdiri atas 1.060 ekor dari yellow trap dan 18.149 ekor dari light trap. Serangga yang ditemukan diklasifikasikan sebagai predator, hama, polinator, dan dekomposer. Jenis yang paling dominan pada yellow trap adalah hama, sedangkan pada light trap didominasi oleh 16 spesies predator dan 16 spesies hama. Nilai indeks keragaman sebesar H’ = 1,364 (yellow trap) dan H’ = 1,763 (light trap), termasuk kategori sedang, sedangkan indeks dominansi sebesar C = 0,322 dan C = 0,240 menunjukkan dominansi rendah. Keragaman serangga yang tinggi diduga dipengaruhi oleh variasi vegetasi sekitar dan rendahnya intensitas penggunaan pestisida sintetik.