Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi K3 untuk Meningkatkan Kesadaran Risiko pada Nelayan Penyelam Tradisional Arfiyan Sukmadi; Ida Mardhiah Afrini
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1703

Abstract

Nelayan penyelam tradisional merupakan kelompok pekerja dengan risiko tinggi terhadap gangguan kesehatan akibat aktivitas penyelaman yang tidak aman. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran risiko menjadi faktor penting yang mempengaruhi perilaku keselamatan kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran risiko nelayan penyelam melalui edukasi keselamatan dan kesehatan kerja. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dengan desain pre-test dan post-test yang dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan melibatkan 57 nelayan penyelam tradisional di wilayah pesisir Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan menggunakan ceramah interaktif, diskusi, serta media visual berupa leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan, serta observasi partisipasi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada seluruh indikator, meliputi pemahaman risiko penyelaman, gejala penyakit dekompresi, penggunaan alat keselamatan, dan upaya pencegahan. Edukasi yang diberikan juga meningkatkan kesadaran risiko dan partisipasi aktif peserta selama kegiatan. Dengan demikian, edukasi keselamatan dan kesehatan kerja dapat menjadi strategi awal yang efektif dalam upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan keselamatan kerja nelayan penyelam.
Mewujudkan Desa Pesisir Sehat: Edukasi Praktik Pengolahan Herbal Fungsional Berbasis Pekarangan di Kecamatan Abeli Waode Syahrani Hajri Rasjid; Jamaluddin Jamaluddin; La Rangki, Rangki; Sukurni Sukurni; Arfiyan Sukmadi; Ida Mardhiah Afrini Kasman Arifin
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1720

Abstract

. Pemanfaatan tanaman herbal berbasis pekarangan rumah merupakan salah satu strategi yang berpotensi mendukung promosi kesehatan dan pencegahan penyakit tidak menular di masyarakat. Namun, pemanfaatan tanaman herbal oleh masyarakat pesisir masih terbatas pada penggunaan sebagai bumbu dapur dan belum banyak dikembangkan menjadi produk herbal fungsional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keyakinan masyarakat dalam memanfaatkan herbal fungsional berbasis pekarangan rumah melalui edukasi dan praktik pengolahan herbal. Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Abeli dengan melibatkan 24 peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik pengolahan minuman herbal berbahan jahe dan serai, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 61,8 menjadi 86,5 dalam membudidayakan, mengolah, dan memanfaatkan herbal fungsional. Peserta juga mampu mengolah minuman herbal jahe-serai secara mandiri dan menunjukkan minat yang lebih tinggi untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber tanaman herbal keluarga. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang dipadukan dengan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk memanfaatkan tanaman herbal sebagai upaya mendukung kesehatan keluarga dan mewujudkan desa pesisir yang lebih sehat
KOMBINASI KEROKAN DAN AKUPRESUR MENURUNKAN TEKANAN DARAH: THE COMBINATION OF SCRAPINGS AND ACUPRESSURE LOWERING BLOOD PRESSURE Arfiyan Sukmadi; Theresia Febriana Christi Tyas Utami; Lalu Hersika Asmawariza
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v7i1.380

Abstract

Hipertensi disebut sebagai silent killer karena termasuk penyakit mematikan tanpa gejala peringatan. Pada dasarnya pengobatan hipertensi dilakukan dengan dua cara, menggunakan obat (farmakologis) dan tanpa obat (nonfarmakologis). Pengobatan hipertensi tanpa obat cenderung menggunakan cara alami berbasis empiris, salah satunya adalah metode akupresur. Terapi non farmakologis yang sering digunakan umumnya adalah terapi kerokan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kerokan dan akupresur terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Studi ini menggunakan desain penelitian pre eksperimental dengan rancangan tes sebelum dan sesudah serta menggunakan kontrol. Kelompok perlakuan dilakukan kerokan dan akupresur sedang kelompok kontrol hanya dilakukan akupresur saja pada 15 responden di setiap kelompok. Sebanyak 30 responden telah diidentifikasi Mean Arterial Pressure (MAP) sebelum dan setelah perlakuan. Selisih rerata MAP kelompok intervensi setelah diberikan perlakuan sebesar 11,18 mmHg dan kelompok kontrol sebesar 6,67 mmHg dengan signifikansi p= 0,021 yang berarti terdapat perbedaan antara kelompok intervensi dan kontrol dan terapi kombinasi kerokan dengan akupresur lebih baik dibandingkan akupresur dalam menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Terapi kombinasi kerokan dan akupresur dapat dipertimbangkan sebagai alternatif terapi non farmakologis bagi penderita hipertensi.   Hypertension is known as the silent killer because it is a deadly disease without warning symptoms. Essentially, hypertension treatment is carried out in two ways: pharmacologically (using medication) and non-pharmacologically (without medication). Non-pharmacological hypertension treatment tends to use natural, empirically-based methods, one of which is acupressure. A standard non-pharmacological therapy is "kerokan" (a traditional Indonesian scraping technique). This study aims to determine the effect of "kerokan" and acupressure on blood pressure in hypertension patients. This study uses a pre-experimental design with pre-and post-tests, including a control group. The treatment group received both "kerokan" and acupressure, while the control group received only acupressure, with 15 respondents in each group. A total of 30 respondents had their Mean Arterial Pressure (MAP) measured before and after the treatment. The mean difference in MAP in the intervention group after treatment was 11.18 mmHg, and in the control group, it was 6.67 mmHg, with a significance of p=0.021, indicating a difference between the intervention and control groups. The combination therapy of "kerokan" and acupressure was more effective in reducing blood pressure in hypertension patients than acupressure alone. The combination therapy of "kerokan" and acupressure can be considered as an alternative non-pharmacological treatment for hypertension patients.