Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Aplikasi Proses Pembelajaran Mahasiswa Keperawatan Berbasis Android Aristoteles, Aristoteles; Kusuma, Abie Perdana; Irawati, Anie Rose; Sakethi, Dwi; Suarni, Lisa
Sains, Aplikasi, Komputasi dan Teknologi Informasi Vol 5, No 1 (2023): Sains, Aplikasi, Komputasi dan Teknologi Informasi
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jsakti.v5i1.10362

Abstract

Perawat adalah tenaga profesional yang dalam memberikan pelayanan medis menggunakan proses ilmiah yang disebut keperawatan. Dalam keperawatan, pemecahan masalah menggunakan proses keperawatan yang merupakan metode berfikir kritis, selama ini perawat harus menganalisis data-data yang ditemukan pada pasien untuk mendiagnosis, menentukan rencana luaran dan intervensi dengan tepat. Mahasiswa yang merupakan calon perawat dengan keahliannya harus mampu menerapkan proses keperawatan dalam kinerja asuhan keperawatan sesuai dengan standar keperawatan yang ada, tentunya dengan adanya pengawasan oleh ahli pengajar keperawatan untuk menghasilkan tenaga perawat yang lebih baik dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi android dengan bantuan expert system sebagai alat bantu diagnosa keperawatan, yang membantu mahasiswa keperawatan dalam mempelajari proses keperawatan dan membantu dosen dalam pemantauan proses keperawatan yang dilakukan oleh mahasiswa calon perawat. Sistem pakar menggunakan metode forward chaining, dan pembangunan aplikasi menerapkan metode waterfall. Hasil dari penelitian merupakan aplikasi berbasis android yang diuji menggunakan metode blackbox testing.
IDENTIFIKASI DIAGNOSE KEPERAWATAN DENGAN PENDEKATAN (THE SIX STEPS OF DIAGNOSTIC REASONING METHOD) NOC DAN NIC DI AREA KEPERAWATAN MATERNITAS Suarni, Lisa
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v9i1.1754

Abstract

Various problem arised in the Implementation of Function and task of nurses in maternity nursing. For example nurses understanding to nursing process to give standardized nursing care, so it can be  measured.  The aim of this study is to identify nursing diagnosis and to identify NOC and NIC in maternity setting. This is survey analitic with descriptif design. This research consists of two stage. The firs stage is conducted to identify nursing diagnoses of six most frequent cases in maternity setting. The process of identify nursing diagnosis is conducted by researcher.  The second stage is conducted by researcher to identify whether the NOC and NIC chosen based on nursing diagnosis in the first stage are applicable or not in maternity setting.   considered NIC is considered choice in maternity setting if it has total score >8 based on three variables with 1-4 likert scale. The Result is with The 6 steps of diagnostic reasoning method at Nursing diagnoses identify on those six cases are: 13 nursing diagnoses of sectiocaesarea, 9 nursing diagnosis on normal delivery, 7 nursing diagnosis on antepartum hemorraghi, 2 nursing diagnosis on postpartum hemorraghi, 7 nursing diagnosis on preeclampsia/eclampsia, 4 nursing diagnosis on Premature Rupture Membran. Be base on nursing diagnoses/potensial complication are identificationed 43 label NOC and  56 label NIC. Conclusion. The most frequent of cases found is Caesarean sections with most nursing diagnoses identified. It is Be base on identification  label NOC and  NIC  in matternity setting. 
Masyarakat Sehat melalui Penguatan Peran Kader sebagai Agen Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Ahyanti, Mei; Suarni, Lisa; Aliyanto, Warjidin; Nurkhoiriyah, Yustin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19653

Abstract

ABSTRAK Permasalahan kesehatan berupa penderita PTM dan penyakit menular masih tinggi di Desa Pulau Jaya harus segera ditanggulangi. Layanan menuju rumah sakit jauh dan jalan rusak menjadi salah satu dorongan untuk mengoptimalkan layanan kesehatan melalui fasilitas kesehatan (poskesdes, posyandu). Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut perlu dilakukan pemberdayaan pada masyarakat, melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM), program pemberdayaan kader dan pendampingan pengelolaan lingkungan yang sehat, diharapkan masyarakat dapat mandiri mengatasi masalah-masalah kesehatannya. Metode dalam pengabdian ini adalah pendampingan pembentukan Posyandu terintegrasi yang diawali dengan pelatihan 33 kader kesehatan dan petugas Kesehatan serta pengumpulan data Kesehatan masyarakat.  Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat PPDM ini telah berhasil memberikan pendampingan kepada kader sehingga terbentuk organisasi Posyandu Terintegrasi, memiliki tempat di samping Balai Desa Pulau Jaya dan terkumpul 500 data kesehatan keluarga. Sehingga target luaran dalam pengabdian ini telah terpenuhi. Kegiatan dapat dilanjutkan berupa peningkatan kapasitas kader untuk penyegaran materi-materi yang dapat digunakan oleh kader untuk membantu masyarakat mengatasi permasalahan kesehatannya. Kata Kunci: Agen Pemberdayaan Kesehatan, Kader Kesehatan, Posyandu Terintegrasi  ABSTRACT Health problems in the form of sufferers of Non-Communicable Diseases and infectious diseases are still high in Pulau Jaya Village and must be addressed immediately. Services to hospitals are far away and damaged roads are one of the motivations to optimize health services through health facilities (poskesdes, posyandu). To overcome these problems, community empowerment needs to be carried out, through the Partner Village Development Program (PPDM), cadre empowerment programs and assistance in managing a healthy environment, it is hoped that the community can independently overcome their health problems. The method in this service is assistance in the formation of an integrated Posyandu which begins with training 33 health cadres and health workers and collecting community health data. This PPDM Community Service activity has succeeded in providing assistance to cadres so that an Integrated Posyandu organization is formed, has a place next to the Pulau Jaya Village Hall and 500 family health data have been collected. So that the output target in this service has been met. Activities can be continued in the form of increasing the capacity of cadres to refresh materials that can be used by cadres to help the community overcome their health problems. Keyword: Health Empowerment Agents, Health Cadres, Integrated Health Posts
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PERAWATAN KESEHATAN JIWA DI KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Lisa Suarni, Linda Barus, Sulastri, Siti Fatonah, Yuniastini, Merah Bangsawan,
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i3.207

Abstract

Abstrak Kesehatan jiwa merupakan bagian dari diri seseorang yang tidak dapat diabaikan. Kemandirian masyarakat dalam perawatan kesehatan jiwa diharapkan mampu meningkatkan status kesehatan jiwa masyarakatnya. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatan kemandirian dan kemampuan Orang Dengan Gangguan Jiwa di Desa Natar dan Merak Batin Kecamatan Natar Lampung Selatan. Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan dengan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan akan melibatkan masyarakat dan lintas sektoral setempat, seperti camat, kepala desa, tokoh masyarakat, pemegang program PTM dan Kesehatan jiwa Puskesmas Natar, keluarga dengan ODGJ dan ODGJ. Kegiatan dilakukan di desa Natar dan Merak Batin Kecamatan Natar Lampung Selatan. Kegiatan diawali dengan melakukan musyawarah dengan masyarakat untuk menyepakati kegiatan. Kegiatan yang akan dilakukan dimulai dengan sosialisasi dan pelatihan pada masyarakat dan keluarga, pembentukan kelompok sehat jiwa dimasyarakat khususnya untuk pasien dan keluarga. Kegiatan dilakukan dengan pemberdayaan masyarakat yang dilibatkan dalam pelatihan kader kesehatan jiwa, masyarakat umum yang terdiri dari lintas sektoral, petugas kesehatan, tokoh masyarakat, keluarga dengan ODGJ dan ODGJ. Hasil kegiatan berupa pelatihan kader, penyuluhan pada kelompok sehat, resiko dan gangguan. Terapi modalitas dilakukan dengan memberdayakan ODGJ untuk membuat keterampilan dengan memanfaatkan sampah plastik. Pengabdian ini diharapkan dapat menghasilkan informasi tentang cara meningkatan kemandirian dan kemampuan Orang Dengan Gangguan Jiwa melalui pemberdayaan masyarakat.
Postpartum as the Dominant Period of Maternal Death in Indonesia: Analysis of Survey Results Lisa Suarni; Warjidin Aliyanto; R. Pranajaya; Sono Sono
Jurnal Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v17i1.5650

Abstract

Maternal mortality remains a critical public health challenge in Lampung Province, which consistently records one of the highest maternal mortality rates in Sumatra and has not yet reached the national Sustainable Development Goals (SDGs) target. Understanding the temporal patterns and dominant risk factors of maternal deaths is essential for designing more targeted preventive strategies. This case-control study included 193 respondents: 64 cases (maternal deaths) and 129 controls (surviving mothers), selected through purposive sampling from health facilities across Lampung Province. Data were obtained from medical records, maternal death audit reports, and structured interviews, then analyzed using univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (binary logistic regression) approaches. The majority of maternal deaths occurred in the postpartum period (78.3%), with the highest concentration within the first 24 hours (63.1%), indicating this as the most critical vulnerability window in Lampung. Hemorrhage was the leading cause of death (53.9%), with most fatalities occurring within hospital settings (71.2%), suggesting that referral delays and suboptimal emergency obstetric care remain persistent challenges in the province. Binary logistic regression revealed that chronic diseases were the most dominant risk factor (OR = 3.80; 95% CI: 1.56–9.24), followed by irregular Antenatal Care visits (OR = 3.77; 95% CI: 1.58–8.99) and history of pregnancy complications (OR = 3.48; 95% CI: 1.45–8.34). Gestational age showed no significant association (p = 0.635). Urgent need for Lampung Province to strengthen early detection of chronic diseases through integrated ANC programs at the primary care level (Community Health Centers), improve emergency obstetric care quality, and reduce referral delays across districts to prevent avoidable maternal deaths.