This Author published in this journals
All Journal Jurnal Patria Bahari
Muhammad Isnaini Nuur Rohman
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI KOLEKTIF KESELAMATAN LIFTING INDONESIA: PENYEBAB KECELAKAAN DAN EFEKTIVITAS PENGENDALIAN RISIKO DI INDUSTRI Tunggul Ulung Adi Kusumo; Muhammad Tegar Miftakhlana; Muhammad Isnaini Nuur Rohman; Afix Zulfikri; Muhammad Naufal Syaikhany; Kaleb Priyanto
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 6 No. 1 (2026): JPB: MEI 2026
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v6i1.236

Abstract

Operasi pengangkatan beban (lifting) merupakan aktivitas dengan profil risiko tinggi yang mendominasi statistik kecelakaan kerja di sektor manufaktur dan industri berat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis berbagai temuan mengenai penyebab kecelakaan dan efektivitas pengendalian risiko guna menyusun peta jalan evaluasi kolektif yang adaptif bagi industri nasional. Penelitian dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan prosedur PRISMA melalui pencarian literatur komprehensif pada basis data SINTA, Garuda, dan Google Scholar untuk periode 2021-2025. Data dianalisis melalui teknik meta-synthesis dengan pengkodean tematik untuk mengevaluasi karakteristik operasional, pola kegagalan, dan langkah mitigasi dari studi-studi terpilih. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor manusia mendominasi penyebab kecelakaan lifting (>90%), terutama akibat kurangnya pelatihan, operator tidak bersertifikat, serta fenomena normalisasi penyimpangan prosedur. Analisis teknis menunjukkan bahwa komponen wire rope memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi, sementara integrasi metode FMEA dan HAZOP terbukti paling efektif dalam menurunkan potensi kegagalan sistematis secara terukur. Selain itu, ditemukan bahwa profil risiko bersifat spesifik sektoral sehingga memerlukan pendekatan manajemen risiko yang adaptif terhadap kondisi lokal masing-masing klaster industri. Evaluasi kolektif ini menyimpulkan bahwa pengendalian risiko yang optimal harus menggabungkan kekuatan teknis instrumen analisis dengan penguatan budaya keselamatan serta kompetensi operator sebagai lini pertahanan terakhir. Implementasi SMK3 yang konsisten dan berbasis bukti menjadi prasyarat mutlak untuk mencapai lingkungan kerja nihil kecelakaan di industri Indonesia.