Operasi pengangkatan beban (lifting) merupakan aktivitas dengan profil risiko tinggi yang mendominasi statistik kecelakaan kerja di sektor manufaktur dan industri berat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis berbagai temuan mengenai penyebab kecelakaan dan efektivitas pengendalian risiko guna menyusun peta jalan evaluasi kolektif yang adaptif bagi industri nasional. Penelitian dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan prosedur PRISMA melalui pencarian literatur komprehensif pada basis data SINTA, Garuda, dan Google Scholar untuk periode 2021-2025. Data dianalisis melalui teknik meta-synthesis dengan pengkodean tematik untuk mengevaluasi karakteristik operasional, pola kegagalan, dan langkah mitigasi dari studi-studi terpilih. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor manusia mendominasi penyebab kecelakaan lifting (>90%), terutama akibat kurangnya pelatihan, operator tidak bersertifikat, serta fenomena normalisasi penyimpangan prosedur. Analisis teknis menunjukkan bahwa komponen wire rope memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi, sementara integrasi metode FMEA dan HAZOP terbukti paling efektif dalam menurunkan potensi kegagalan sistematis secara terukur. Selain itu, ditemukan bahwa profil risiko bersifat spesifik sektoral sehingga memerlukan pendekatan manajemen risiko yang adaptif terhadap kondisi lokal masing-masing klaster industri. Evaluasi kolektif ini menyimpulkan bahwa pengendalian risiko yang optimal harus menggabungkan kekuatan teknis instrumen analisis dengan penguatan budaya keselamatan serta kompetensi operator sebagai lini pertahanan terakhir. Implementasi SMK3 yang konsisten dan berbasis bukti menjadi prasyarat mutlak untuk mencapai lingkungan kerja nihil kecelakaan di industri Indonesia.
Copyrights © 2026