Abstrak Generasi Z di Indonesia cenderung memiliki nilai keberlanjutan terhadap makanan tradisional, tetapi pengaruh makanan modern dan sikap hedonis dan utilitarian sering membuat mereka lebih memilih makanan modern daripada tradisional. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat persepsi mahasiswa Universitas Pgri Palembang terhadap kearifan lokal kuliner khas Sumatera Selatan. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan persepsi mahasiswa Universitas PGRI Palembang terhadap kearifan lokal tentang makanan khas Sumatera Selatan. Penelitian ini melibatkan sekitar 300 mahasiswa dari program studi Bimbingan Konseling Universitas PGRI Palembang. Sampel diambil secara stratified random sampling untuk memastikan bahwa sampel terdiri dari berbagai angkatan. Sebanyak 169 responden diambil menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner tertutup dengan skala Likert yang mencakup dimensi pengetahu. Pengumpulan data dilakukan melalui distribusi kuesioner online menggunakan Google Forms untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan serta memastikan etika penelitian seperti informed consent, kerahasiaan responden, dan persetujuan etika institusi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan distribusi persepsi serta inferensial, seperti uji regresi atau chi-square, untuk menemukan faktor-faktor yang memengaruhi persepsi. Adapun hasil penelitian yaitu persepsi mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Universitas PGRI Palembang terhadap kearifan lokal kuliner khas Sumatera Selatan berada pada kategori baik hingga sangat baik, dengan pola yang menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap positif belum sepenuhnya diikuti oleh tindakan nyata yang konsisten, sehingga diperlukan upaya yang lebih terpadu dari berbagai pihak, baik institusi pendidikan, pemerintah, maupun komunitas budaya, untuk mengonversi kesadaran dan kecintaan mahasiswa menjadi perilaku pelestarian yang konkret dan berkelanjutan.