Ade Pranata Ginting
Universitas Labuhanbatu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Gaya Belajar Siswa dengan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran PPKn di SMA Negeri 1 Rantau Selatan Ade Pranata Ginting; Salsabila; Mayang Sari Hasibuan
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 24 No. 2 (2026): Wahana Didaktika: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/h6g42w32

Abstract

Kajian ini bersifat kuantitatif dan bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara preferensi cara belajar siswa dengan pencapaian akademik pada mata pelajaran PPKn di kelas X SMA Negeri 1 Rantau Selatan. Berdasarkan data yang dikumpulkan dari 30 peserta didik, ditemukan adanya keterkaitan positif yang bermakna secara statistik antara kedua variabel, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,454 dan hasil uji-t sebesar 3,04 yang melampaui nilai kritis tabel sebesar 1,69. Hasil tersebut memperkuat bukti bahwa modalitas belajar yang dimiliki setiap siswa merupakan salah satu variabel dari dalam diri yang secara nyata memengaruhi tingkat keberhasilan belajar mereka. Namun, distribusi hasil belajar yang cenderung moderat mengindikasikan bahwa potensi siswa belum teraktualisasi optimal. Para pendidik sebaiknya meninggalkan pola pengajaran yang seragam dan mulai mengembangkan pendekatan yang lebih beragam serta terbuka agar dapat menyesuaikan diri dengan perbedaan cara belajar yang dimiliki setiap peserta didik.
Strategi Pemahaman Isu Sosial Melalui Tahapan Empathize dan Define Berbasis Design Thinking dalam Pembelajaran PPKn Siswa Kelas X Wanda Fahira; Afranisha Afranisha; Ade Pranata Ginting; Nurlina Ariani Harahap
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 1 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims to map the growth mindset of senior high school students when they face incomplete grades or academic failure in the Pancasila and Citizenship Education (PPKn) subject. Using a qualitative method with a phenomenological design, data were collected through in-depth interviews and a review of self-reflection documents from 20 students spread across grades 10 to 12. The results of the phenomenological analysis succeeded in formulating three main categories, namely: forms of meaning towards failure, variations in types of emotional reactions and causality patterns (attribution), and the manifestation of academic resilience in civic learning activities. The findings indicate that students who tend to have a growth mindset consider incompleteness as an indicator for improvement, not a limitation on their intellectual potential. This research suggests the need for reconstruction in the provision of feedback by teachers, the application of adaptive learning support (scaffolding), and the creation of a learning climate that accepts mistakes as part of the process of continuously developing citizen character.Keywords: Design Thinking, Empathize, Define, PPKn, Social IssuesAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemahaman isu sosial melalui tahapan empathize dan define dalam kerangka design thinking pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) siswa kelas X. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif untuk menggambarkan secara mendalam proses berpikir dan interaksi sosial siswa dalam memahami permasalahan sosial secara kontekstual. Data diperoleh dari diskusi kelompok, wawancara mendalam, jurnal refleksi siswa, serta dokumentasi pembelajaran yang dianalisis secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap empathize membantu siswa memahami isu sosial dari berbagai perspektif, sementara tahap define mendorong siswa merumuskan inti masalah secara lebih terarah dan kritis. Proses ini memperkuat kemampuan berpikir reflektif, empati sosial, dan pemahaman kontekstual siswa terhadap realitas masyarakat. Dengan demikian, penerapan design thinking dalam pembelajaran PPKn memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan literasi sosial dan keterampilan kewarganegaraan peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pendekatan design thinking dalam pembelajaran PPKn untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih bermakna dan partisipatif.Kata Kunci: Design Thinking, Empathize, Define, PPKn, Isu Sosial