Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Menggunakan Metode Quantum Teaching pada Kelas VIII SMP N 1 Merbau Lestari Mayasari; Nurlina Ariani Harahap
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i2.1316

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan berpikir dengan tujuan agar siswa mampu untuk menciptakan atau menemukan ide baru yang berbeda, tidak umum, orisinil yang membawa hasil yang pasti dan tepat. Quantum Teaching adalah metode pembelajaran yang membuat siswa tertarik karena proses pembelajaran yang aktif serta membuat siswa merasa bahwa materi yang di sampaikan akan bermanfaat bagi dirinya. Implementasi pembelajaran Quantum Teaching mampu manumbuhkan keaktifan siswa serta mutu pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dengan model pembelajaran Quantum Teaching. Metode penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah metode kuantitatif. Analsis data peneltian ini uji non parametrik yaitu uji wilcoxon yang menggunakan uji prasyarat dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil Pengujian wilcoxon yang bernilai 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa "[hipotesis mengenai adanya peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dapat lebih optimal dapat di terima]" artinya terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dengan metode pembelajaran Quantum Teaching. Berdasarkan hasil uji diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam pembelajaran matematika yang di ajarkan menggunakan metode pembelajaran konvensional dan metode pembelajaran Quantum Teaching. Dari hasil uji yang di lakukan dapat kita lihat bahwa peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa menggunakan metode Quantum Teachin memiliki hasil peningkatan yang lebih optimal dibandingkan menggunakan metode konvensional, sehingga pengguna metode Quantum Teachin memiliki kelebihan dan mampu menjadi metode yang dapat di terapkan untuk mencapai tujuan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.
Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar Berbasis Website Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Dana Romadhani; Nurlina Ariani Harahap
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i2.1340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh didalam penggunaan bahan ajar berbasis website terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis pada siswa. Jenis penelitian ini ini adalah kuantitatif dengan jumlah sampel penelitian 30 siswa di SMA Swasta Kemala Bhayangkari 2 Rantauprapat, dengan teknik purposive sampling Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik Data tes yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan Uji T yaitu Paired Sample T-Test. Hasil dari penelitian yang dilakukan bahwa dapat dikatakan sebagai jenis tinggi, dimana interval kategori tinggi tersebut yaitu nilai pemahaman konsep matematis siswa lebih dari 25,158. peserta didik yang mempunyai kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada jenis sedang dengan interval pemahamankonsep matematis yaitu diantara 17,98 dan 25,158. Dan peserta didik telah mempunyai keahlian dalam pemahaman konsep matematis peserta didik jenis rendah k dengan interval pemahaman konsep rendah yaitu kurang dari 17,98. Sedangkan hasi pada kelas control adalah kelas yang tidak diberi penggunaan bahan ajar berbasis website interval pemahaman konsep matematis tinggi yaitu lebih dari 23,6. Siswa yang memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis jenis sedang interval pemahaman konsep matematis kategori sedang yaitu diantara 16,88 dan 23,6. Dan siswa yang memiliki pemahaman konsep matematis jenis rendah dengan interval pemahaman konsep matematis rendah yaitu kurang dari 16,88. Dapat disimpulkan ada perbedaan didalam penggunaan bahan ajar berbasis website pada kemampuan didalam pemahaman konsep matematis peserta didik
Strategi Pemahaman Isu Sosial Melalui Tahapan Empathize dan Define Berbasis Design Thinking dalam Pembelajaran PPKn Siswa Kelas X Wanda Fahira; Afranisha Afranisha; Ade Pranata Ginting; Nurlina Ariani Harahap
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 1 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims to map the growth mindset of senior high school students when they face incomplete grades or academic failure in the Pancasila and Citizenship Education (PPKn) subject. Using a qualitative method with a phenomenological design, data were collected through in-depth interviews and a review of self-reflection documents from 20 students spread across grades 10 to 12. The results of the phenomenological analysis succeeded in formulating three main categories, namely: forms of meaning towards failure, variations in types of emotional reactions and causality patterns (attribution), and the manifestation of academic resilience in civic learning activities. The findings indicate that students who tend to have a growth mindset consider incompleteness as an indicator for improvement, not a limitation on their intellectual potential. This research suggests the need for reconstruction in the provision of feedback by teachers, the application of adaptive learning support (scaffolding), and the creation of a learning climate that accepts mistakes as part of the process of continuously developing citizen character.Keywords: Design Thinking, Empathize, Define, PPKn, Social IssuesAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemahaman isu sosial melalui tahapan empathize dan define dalam kerangka design thinking pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) siswa kelas X. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif untuk menggambarkan secara mendalam proses berpikir dan interaksi sosial siswa dalam memahami permasalahan sosial secara kontekstual. Data diperoleh dari diskusi kelompok, wawancara mendalam, jurnal refleksi siswa, serta dokumentasi pembelajaran yang dianalisis secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap empathize membantu siswa memahami isu sosial dari berbagai perspektif, sementara tahap define mendorong siswa merumuskan inti masalah secara lebih terarah dan kritis. Proses ini memperkuat kemampuan berpikir reflektif, empati sosial, dan pemahaman kontekstual siswa terhadap realitas masyarakat. Dengan demikian, penerapan design thinking dalam pembelajaran PPKn memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan literasi sosial dan keterampilan kewarganegaraan peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pendekatan design thinking dalam pembelajaran PPKn untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih bermakna dan partisipatif.Kata Kunci: Design Thinking, Empathize, Define, PPKn, Isu Sosial
SOSIALISASI PEMAHAMAN PEMBUATAN MINUMAN HERBAL SEDUH JAHE MERAH UNTUK MENINGKATKAN HOME INDUSTRI DI DESA SUKADAME KEC. SILANGKITANG KAB.LABUHANBATU SELATAN Eva Julyanti; Nurlina Ariani Harahap; Rosmidah Hasibuan; Siti Lam'ah Nasution; Toni Toni; Indri Kumala Sari
JURNAL PKM IKA BINA EN PABOLO Vol 6, No 2: PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT | JULI 2026
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/ikabinaenpabolo.v6i2.9408

Abstract

Kegiatan sosialisasi ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang bertempat di desa Sukadame, Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, mengenai cara pembuatan minuman herbal sedu jahe merah yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan menjadi usaha rumahan (home industri). Jahe merah banyak memiliki berbagai manfaat kesehatan, lalu diolah melalui beberapa proses pembuatan seperti pembersihan, pengeringan, penghalusan, dan dikemas dalam kantong seperti kantong seduh celup mirip dengan sarang teh. Sosialisasi ini dilakukan melalui sosialisasi dan diskusi interaktif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya antusiasme masyarakat serta peningkatan pengetahuan mengenai produksi dan manfaat seduh jahe merah. Tim berharap kegiatan ini dapat dikembangkan sebagai usaha mandiri berbasis olahan herbal  yang berkontribusi terhadap ekonomi keluarga.
The Effect of The Project Based Learning Model on The Implementation of Deep Learning in Improving Mathematics Learning Outcomes Wilda Anisa Ukhro Sinaga; Nurlina Ariani Harahap; Laili Habibah Pasaribu
Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2026): Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mathline.v11i1.1100

Abstract

This research is focused on enhancing the mathematics achievement of students in eleventh grade in the area of Statistics by utilizing Project Based Learning to facilitate deep learning. The approach adopted is a quasi-experimental design with pre-tests and post-tests involving two groups of 72 students (with XI-1 as the experimental group and XI-4 as the control group) employing essay assessments and observational methods at SMA Negeri 1 Aek Natas. Findings revealed that the average post-test score for the experimental group improved by 19.17, surpassing the control group's score of 17.08. The independent sample t-test yielded a significant value of 0.007 (<0.005), indicating a notable difference between the two groups. Furthermore, the N-gain for the experimental group was 41.19% (medium category), significantly greater than the 5.8% (low category) recorded for the control group. In summary, the utilization of Project Based Learning (PJBL) in the experimental class effectively contributes to the enhancement of mathematics learning outcomes and promotes student participation in mathematics education within secondary schools.
Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial TikTok terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa MTs Generasi Z: The Influence of TikTok Social Media Usage Intensity on the Mathematics Learning Achievement of Generation Z MTs Students Sri Mualima; Amin Harahap; Nurlina Ariani Harahap
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 01 (2026): Research Articles, April 2026
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v6i01.8336

Abstract

This study aims to analyze the relationship between the intensity of TikTok social media use and the mathematics learning achievement of MTs students in Social Arithmetic. This study uses a quantitative, ex post facto design, so the researcher does not provide direct treatment but rather examines phenomena that have occurred naturally. The study population comprised all seventh-grade students at MTs Raudlatul Uluum Aek Nabara, and samples were selected through purposive sampling, namely two groups based on TikTok usage intensity (high and low). Data collection was conducted using a questionnaire to assess the intensity of TikTok use and a test to measure mathematics achievement. Data analysis included normality tests, homogeneity tests, Independent-Samples t-tests, and effect size estimates using Cohen's d. The results showed a significant difference between the two groups (p = 0.007 < 0.05). The average score of students with low TikTok usage intensity (8.357) was higher than that of the high-intensity group (6). The effect size of 0.72 indicates that the difference falls in the moderate range, so it has practical meaning in the learning context. These findings suggest a relationship between the intensity of TikTok use and students' math achievement. The higher the intensity of TikTok use, the lower the student's math achievement tends to be. It is hoped that the results of this study will serve as a reference for educators and parents in managing students' social media use more wisely and effectively.
Analisis Pengaruh Metode Pembelajaran Matematika Realistik terhadap Minat Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Rantau Utara Rahel Larasati Tua Manullang; Nurlina Ariani Harahap; Lily Rohanita Hasibuan
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v7i1.8495

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penerapan model pembelajaran matematika realistik terhadap minat belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi ekspriment (eksprimen semu) yang dilakukan di SMP Negeri 2 Rantau Utara T.A 2023/2024 pada pokok bahasan kubus dan balok. Kesimpulan dari hasil angket yang didapat dari siswa kelas VII, skor rata-rata minat belajar matematika siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran matematika realistik lebih baik dibandingkan skor rata-rata minat belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran konvensional. Skor rata-rata siswa yang diterapkannya model pembelajaran matematika realistik yaitu sebesar 93,21 sedangkan skor rata-rata siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran konvensioanl sebesar 72,93. Dalam perhitungan uji t diperoleh nilai t hitung pada taraf signifikansi sebesar 0,349 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh model pembelajaran matematika realistik terhadap minat belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Rantau Utara. Kata kunci: Model pembelajaran matematika realistik, Minat belajar matematika
SOSIALISASI PEMAHAMAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING UNTUK MENINGKATKAN HOME INDUSTRI DI DESA PEMATANG, KECAMATAN NA IX – X, KABUPATEN LABUHANBATU UTARA Eva Julyanti; Nurlina Ariani Harahap; Laili Habibah Pasaribu; Siti Lam’ah Nasution; Ayu Widya Ningrum
JURNAL PKM IKA BINA EN PABOLO Vol 6, No 1: PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT | JANUARI 2026
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/ikabinaenpabolo.v6i1.8076

Abstract

Sabun cuci piring merupakan salah satu kebutuhan dalam rumah tangga yang mengandung bahan aktif sehingga mampu melarutkan lemak dan mengangkat sisa makanan dari permukaan alat makan. Sabun cuci piring juga digunakan oleh hampir setiap lapisan masyarakat untuk keperluan mencuci tangan hingga mencuci piring dan peralatan dapur. Hal inilah yang membuat sabun cuci piring memiliki nilai pasar yang luas. Adapun tujuan sosialisasi ini dilakukan adalah untuk meningkatakan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Pematang, Kecamatan Na IX – X, Kabupaten Labuhanbatu Utara terkhusus kaum ibu – ibu guna mendorong kemandirian ekonomi untuk mengembangkan Home Industri lokal di desanya. Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi dan diskusi mengenai bahan baku, prosedur kerja dan perhitungan biaya produksi pembuatan sabun cuci piring. Hasil dari kegiatan sosialisasi pemahaman sabun cuci piring ini adalah masyarakat Desa Pematang, Kecamatan Na IX – X, Kabupaten Labuhanbatu Utara menjadi paham mengenai bahan – bahan yang digunakan dalam pembuatan sabun cuci piring guna mengoptimalkan pengembangan ekonomi kreatif dan Home Industri