This Author published in this journals
All Journal Jawa Dwipa
Ni Made Ayu Erna Tanu Ria Sari Ria Sari
Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FESTIVAL OGOH-OGOH: REPRESENTASI SENI DAN TRADISI MENYAMBUT NYEPI DI BALI Ni Made Ayu Erna Tanu Ria Sari Ria Sari; I Ketut Tanu
Jawa Dwipa Vol. 7 No. 1 (2026): Jawa Dwipa
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/jd.v7i1.130

Abstract

Kebudayaan memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat sebagai identitas sekaligus sebagai penggerak pembangunan sosial dan ekonomi. Salah satu bentuk implementasi kebudayaan yang masih lestari di Bali adalah tradisi ogoh-ogoh dalam rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai budaya, sosial, dan religius dalam tradisi ogoh-ogoh, serta menganalisis peran generasi muda, perkembangan festival ogoh-ogoh di era modern, dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Bali. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi ogoh-ogoh mengandung nilai religius sebagai simbol penetralisir unsur negatif (bhuta kala), nilai sosial melalui penguatan solidaritas dan gotong royong masyarakat, serta nilai estetika sebagai ekspresi seni rupa tradisional. Generasi muda memiliki peran penting sebagai pelaku, inovator, dan promotor budaya dalam menjaga keberlanjutan tradisi ini. Dalam perkembangannya, festival ogoh-ogoh mengalami transformasi menjadi atraksi budaya yang berkaitan erat dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, tanpa menghilangkan esensi nilai tradisionalnya. Selain memberikan dampak positif berupa peningkatan kohesi sosial dan peluang ekonomi masyarakat, festival ogoh-ogoh juga menghadirkan tantangan, terutama terkait potensi komodifikasi budaya dan pergeseran nilai sakral menjadi profan. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang bijaksana dan berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan pemanfaatannya dalam pembangunan. Dengan demikian, tradisi ogoh-ogoh tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media pelestarian budaya, penguatan identitas lokal, serta penggerak dinamika sosial dan ekonomi masyarakat Bali di era modern. Kata kunci: Festival Ogoh-Ogoh, Seni dan tradisi, Nyepi , Bali