Putra Aditya
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Digital Kreatif VIRGIN (Video Animasi Inovatif tentang Kesehatan Reproduksi) dalam Penguatan Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Tina Mawardika; Umi Aniroh; Puji Purwaningsih; Fiktina Vifri Ismiriyam; Tutik Yuliyanti; Putra Aditya; Evagus Malinda
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v8i1.4910

Abstract

Adolescents are a vulnerable group in relation to reproductive health issues due to limited knowledge and exposure to unfiltered digital content. Innovative digital-based educational media are therefore needed to enhance reproductive health literacy while simultaneously promoting safe and creative digital literacy. The main objective is to enhance knowledge, promote healthy digital literacy skills, and strengthen the ability of teachers and students to use and critically evaluate digital information in a wise, safe, and responsible manner. This community service program was implemented at SMA Negeri 2 Ungaran and SMK Islam Sudirman 1 Ambarawa through reproductive health education using VIRGIN (Innovative Animated Video on Reproductive Health), healthy digital literacy workshops with hands-on content analysis, and teacher mentoring in the use of animated videos as learning media. Program evaluation was conducted by assessing students’ knowledge before and after the intervention, as well as measuring improvements in participants’ and teachers’ capacities. The results demonstrated a significant increase in students’ knowledge following the VIRGIN-based educational intervention, with a p-value < α (0.03 < 0.05). The healthy digital literacy workshops were effective, with more than 80% of participants showing improved understanding and 78–85% demonstrating the ability to analyze digital content safely. Teacher mentoring enhanced pedagogical and digital competencies in approximately 85% of teachers, while 80–88% became more creative and confident in utilizing animated videos.Animated video–based reproductive health education integrated with healthy digital literacy is recommended for sustainable implementation and expansion to other educational institutions as a preventive strategy to empower adolescents to become informed, healthy, and digitally responsible individuals.              ABSTRAK Remaja merupakan kelompok rentan terhadap permasalahan kesehatan reproduksi akibat keterbatasan pengetahuan dan paparan konten digital yang tidak terfilter. Inovasi media edukasi berbasis digital diperlukan untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi sekaligus literasi digital secara aman dan kreatif. Tujuan utama darai kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan literasi digital sehat, serta kemampuan guru dan siswa dalam menggunakan dan menyaring informasi digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Ungaran dan SMK Islam Sudirman 1 Ambarawa melalui pemberian edukasi kesehatan reproduksi menggunakan VIRGIN (Video Animasi Inovatif tentang Kesehatan Reproduksi), workshop literasi digital sehat dengan praktik analisis konten, serta pendampingan guru dalam pemanfaatan video animasi sebagai media pembelajaran yang diikuti 70 siswa. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan siswa sebelum dan sesudah intervensi serta penilaian peningkatan kapasitas peserta dan guru. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa secara signifikan setelah edukasi VIRGIN dengan nilai p < α (0,03 < 0,05). Workshop literasi digital sehat terbukti efektif, dengan lebih dari 80% peserta mengalami peningkatan pemahaman dan 78–85% mampu menganalisis konten digital secara aman. Pendampingan guru meningkatkan kompetensi pedagogik dan digital pada sekitar 85% guru, serta mendorong 80–88% guru menjadi lebih kreatif dan percaya diri dalam menggunakan video animasi. Program edukasi kesehatan reproduksi berbasis video animasi dan literasi digital sehat direkomendasikan untuk diimplementasikan secara berkelanjutan dan diperluas ke satuan pendidikan lain sebagai strategi preventif dalam membentuk remaja yang cerdas, sehat, dan bijak dalam memanfaatkan media digital.